Jokowi Minta Gesekan antara TNI dan Polri Disudahi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberi hormat ketika memimpin upacara HUT ke-75 TNI di Istana Negara Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Pada peringatan HUT ke-75 TNI, Presiden Joko Widodo mendukung transformasi organisasi TNI harus selalu dilakukan dengan dinamika lingkungan strategis sesuai dengan dinamika ancaman dan perkembangan teknologi militer. ANTARA FOTO/Biro Pers/Kris/handout

    Presiden Joko Widodo memberi hormat ketika memimpin upacara HUT ke-75 TNI di Istana Negara Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Pada peringatan HUT ke-75 TNI, Presiden Joko Widodo mendukung transformasi organisasi TNI harus selalu dilakukan dengan dinamika lingkungan strategis sesuai dengan dinamika ancaman dan perkembangan teknologi militer. ANTARA FOTO/Biro Pers/Kris/handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar tidak ada lagi gesekan antara prajurit TNI dan anggota Polri pada masa yang akan datang.

    "Kadang kita masih mendengar berita mengenai gesekan yang terjadi antara prajurit TNI dan anggota Polri. Ke depan hal ini sudah tidak boleh terjadi lagi, harus disudahi," kata Presiden Jokowi, di halaman depan Istana Merdeka Jakarta, Selasa, 13 Juli 2021.

    Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2021 yang dilangsungkan secara virtual, namun tetap menghadirkan para lulusan terbaik dari masing-masing akademi militer dan kepolisian sebagai perwakilan.

    "TNI dan Polri merupakan alat negara yang terdepan dalam menjaga pertahanan dan keamanan NKRI, oleh sebab itu TNI dan Polri harus terus bersinergi, harus terus berkoordinasi, harus bergotong royong untuk kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia," ujar Presiden Jokowi.

    Terlebih dalam persaingan dunia yang semakin ketat, kata Jokowi, kekuatan bangsa yang sangat sentral adalah kesatuan dan persatuan.

    "Kita tidak mungkin memenangkan kompetisi global jika tidak ada sinergi yang kokoh di dalam negeri. Keberagamaan sosial dan budaya harus dimanfaatkan sebagai kekuatan dan sumber inspirasi," ujar Jokowi.

    Menurut Presiden, krisis akibat pandemi Covid-19 dapat memperkokoh kepedulian dan kegotongroyongan unsur TNI dan Polri. Jokowi pun berpesan agar para perwira remaja TNI dan Polri ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan krisis. "Dan belajar dari krisis ini untuk ikut serta memperkokoh kebersamaan berlandaskan Pancasila," ujar Presiden.

    Dalam acara itu, sebanyak 700 orang perwira remaja TNI dan Polri dilantik dalam acara tersebut. Rinciannya, 227 orang perwira remaja lulusan Akademi Militer, 101 orang perwira muda lulusan Angkatan Laut (AAL), 91 orang perwira remaja Angkatan Udara (AAU), dan 281 orang perwira remaja lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.