Ganjar Pranowo Sebut Distribusi Bantuan Oksigen Terlalu Panjang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai bersepeda memantau mobilitas masyarakat di perbatasan Kota Semarang-Kabupaten Kendal (9/7)

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai bersepeda memantau mobilitas masyarakat di perbatasan Kota Semarang-Kabupaten Kendal (9/7)

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut proses distribusi bantuan oksigen ke wilayahnya terlalu panjang.
    Dia mengatakan, selama ini oksigen yang diangkut mobil tangki harus transit dulu ke pabrik baru dipindah ke armada lain sebelum diantar ke rumah sakit. "Baru kami bicara dengan Menteri Kesehatan agar bisa diberi isotank yang bisa langsung masuk rumah sakit," katanya pada Senin, 12 Juli 2021.
     
    Dia juga meminta seluruh rumah sakit menunjuk penanggung jawab oksigen. Serta melaporkan kendala di aplikasi Jateng oksigen stok sistem.
     
    Produksi oksigen di PT Samator Kabupaten Kendal untuk rumah sakit di Jawa Tengah sempat terhenti karena listrik padam. Aliran listrik padam pada Sabtu kemarin, 10 Juli 2021, sejak pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB.
     
    Ganjar menyebut pasokan oksigen di wilayahnya tak terganggu. Namun, kejadian itu mengakibatkan produksi oksigen di Jawa Tengah berkurang 60 ton. "Produksi terhenti karena listrik mati," kata dia pada Ahad, 11 Juli 2021.
     
    Dia mengaku langsung menghubungi Perusahaan Listrik Negara atau PLN agar segera memperbaiki jaringan yang padam. "Tapi problemnya tidak berhenti sampai disitu. Setelah listrik menyala, ternyata butuh waktu sekitar 10 jam untuk bisa menghasilkan oksigen," tuturnya.
     
    Kini kebutuhan oksigen di Jawa Tengah mengandalkan pasokan dari Cilegon, Jawa Barat. Ganjar mengatakan meminta bantuan aparat kepolisian untuk mengawal proses distribusi oksigen dari Cilegon agar tak menemui hambatan. "Hari ini saya cek, kiriman dari Cilegon sudah datang satu. Kamk pakai dulu, yang lain mungkin sebentar lagi," kata Ganjar Pranowo.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.