Ridwan Kamil Akui Ada Gap Data Covid-19 Daerah dengan Pusat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melakukan koordinasi terkait manajemen distribusi oksigen di Kantor PT Migas Hulu Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). (Foto: Deni/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melakukan koordinasi terkait manajemen distribusi oksigen di Kantor PT Migas Hulu Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). (Foto: Deni/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membenarkan ada perbedaan data laporan Covid-19 dari daerah dengan nasional. “Gap data sampai hari ini masih terjadi. Apa yang saya sampaikan tiap hari itu, 20-30 persen itu masih kasus lama, yang telat,” kata dia, Senin, 12 Juli 2021.

    Emil, sapaan akrabnya, menuturkan sudah meminta pusat agar memperbaiki gap data ini sejak tahun lalu.“Saya enggak bisa ngomong apa-apa lagi, karena enggak ngerti juga sudah setahun saya sampaikan,” kata dia.

    Menurut Emil, dalam beberapa kesempatan lebih suka menggunakan data keterisian ruang isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit untuk menunjukkan tren kasus Covid-19 di wilayahnya. Tingkat keterisian tersebut per Senin, 12 Juli 2021, misalnya, sudah turun walau hanya 3  persen.

    “Posisi BOR kita sudah turun 3 persen. Jadi mudah-mudahan ini menjadi awal pengendalian Covid yang tadinya dilakukan PPKM Darurat kita mencapai rekor di angka 90,69 persen, sekarang posisi di hari ini setelah kurang lebih 7 hari ada di 87,6 persen. Kita kurang lebih turun sekitar 3 peresn,” kata Ridwan Kamil.

    Emil mengatakan, saat ini angka kasus aktif Covid-19 di Jawa Barat menembus 80 ribu lebih pasien. Data Pusat Koordinasi dan Informasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) mencatat pasien yang tengah menjalani isolasi/dalam perawatan tercatat 89.363 orang.

    “Dari 80 ribuan kasus aktif di Jawa Barat itu 60 ribu ada di rumah. Jadi sebenarnya kesimpulan kasus aktif di Jawa Barat itu ada di rumah-rumah. Itulah kenapa kami meyakini bahwa obat gratis dan telekonsultasi ini adalah solusi yang tepat,” katanya.

    Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah provinsi masih terus menggenjot tracing dan testing. Minggu ini ditargetkan ada 200 ribu relawan yang berasal dari seluruh RT di Jawa Barat, di antaranya Kader PKK, Posyandu, dan Karang Taruna. “Sehingga selain kita ngurusin rumah sakit, kita juga mencari orang sakit di tengah orang sehat melalui tracing,” kata dia.

    Baca juga: Ridwan Kamil Pecat Petugas Pemakaman karena Pungli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.