Menteri PUPR: RS Darurat Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede Hanya Terima Pasien Rujukan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan persiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di salah satu gedung di Kompleks Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu, 7 Juli 2021. Rumah Sakit Darurat Covid-19 Asrama Haji ini dapat menampung 900 pasien. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pekerja menyelesaikan persiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di salah satu gedung di Kompleks Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu, 7 Juli 2021. Rumah Sakit Darurat Covid-19 Asrama Haji ini dapat menampung 900 pasien. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyebut Rumah Sakit atau RS Darurat Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, hanya menerima pasien rujukan.

    "Rumah sakit asrama haji hanya menerima pasien rujukan. Jadi jangan salah, ini tidak bisa langsung ke sana tanpa rujukan dari Puskesmas atau rumah sakit," ujar Basuki dalam konferensi pers daring, Senin, 12 Juli 2021.

    Basuki menyebut, gedung mulai beroperasi sejak Sabtu, 10 Juli 2021. Saat ini sudah ada 40 pasien yang sudah ditempatkan di sana. Ada lima gedung yang diubah menjadi rumah sakit dengan kapasitas 774 tempat tidur.

    "RS darurat ini hanya untuk pasien ringan sampai sedang, karena di sana tidak ada ICU, hanya ada high care unit," ujarnya.

    RS Darurat Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede ini dibuat untuk mengurangi beban rumah sakit karena pasien Covid-19 yang membeludak. Selain Asrama Haji Pondok Gede, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah tempat isolasi bagi pasien tanpa gejala dan gejala ringan, yakni di Rumah Susun Nagrak sebanyak 2.273 tempat tidur dan di Rumah Susun Pasar Rumput sebanyak 5.952 tempat tidur.

    Baca juga: Pasokan Obat Jadi Kekhawatiran Baru Rumah Sakit di Yogyakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.