Luhut: Ada yang Bilang Penanganan Covid-19 Tidak Terkendali, Datang, Saya Tunjukkan ke Mukanya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko (kanan) berjalan saat mengunjungi lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa 6 April 2021. Kunjungan kerja Menko Marves bersama Menteri Pertanian, Menteri PUPR dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko tersebut dalam rangka untuk memastikan program Food Estate yang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah bisa terlaksana dengan baik. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko (kanan) berjalan saat mengunjungi lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa 6 April 2021. Kunjungan kerja Menko Marves bersama Menteri Pertanian, Menteri PUPR dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko tersebut dalam rangka untuk memastikan program Food Estate yang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah bisa terlaksana dengan baik. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim penanganan Covid-19 terkendali selama 10 hari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali. Baik dari sisi ketersediaan obat dan oksigen serta tempat tidur, kata Luhut, sudah ditangani pemerintah dan situasi diharapkan membaik dalam 4-5 hari ke depan.

    "Jadi kalau ada yang berbicara bahwa tidak terkendali keadaannya, ini sangat-sangat terkendali. Jadi yang bicara tidak terkendali itu, bisa datang ke saya, nanti saya tunjukkin ke mukanya bahwa kita terkendali," ujar Luhut dalam konferensi pers daring, Senin, 12 Juli 2021.

    Ia mengakui memang masih ada masalah di lapangan, namun pemerintah terus memperbaiki. "Tim bekerja sangat kompak. Presiden berikan direktif yang sangat jelas, dan presiden saya katakan, in charge di semua ini," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi ini.

    Menurut dia, semua keputusan penanganan Covid-19 juga dibahas dan diputuskan bersama dalam rapat kabinet. "Kami sebagai pelaksananya tidak ada masalah. Semua kami putuskan secara terintegrasi. Sekali lagi saya ulangi, semua kami putuskan secara terintegrasi," tuturnya.

    Sebelumnya, pendiri Lapor Covid-19, Irma Hidayana mengatakan, klaim-klaim pemerintah nyatanya tidak sesuai kondisi di lapangan. Lapor Covid-19 menerima banyak sekali laporan dari warga positif Covid-19 yang kesulitan mencari tempat isolasi terpusat, rumah sakit, ICU, hingga oksigen.

    Hingga Ahad, 4 Juli 2021, organisasi nirlaba ini mencatat 278 orang meninggal saat isolasi mandiri atau sedang berupaya mengakses layanan kesehatan. Angka kematian terus mencetak rekor dan diperkirakan jauh lebih banyak daripada data pemerintah.

    Irma menyebut bahwa kematian-kematian tersebut semestinya bisa dicegah jika dari awal pemerintah melakukan pencegahan dan pengendalian penularan yang lebih kuat. Situasi saat ini, ujar dia, merupakan hasil dari ketidakefektifan pencegahan dan pengendalian yang dilakukan selama ini.

    "Pemerintah perlu mengakui bahwa kondisi sudah gawat darurat dan meminta maaf serta menunjukkan empati. Perlu berhenti melakukan komunikasi yang mencitrakan bahwa kita sedang baik-baik saja yang justru mengakibatkan rendahnya kewaspadaan masyarakat terhadap masifnya penularan Covid-19," ujar Irma.

    Luhut mengatakan pemerintah sudah berupaya mengurangi beban rumah sakit dengan menyediakan fasilitas isolasi mandiri dan rumah sakit cadangan Covid-19. Pemerintah juga memenuhi suplai oksigen dengan mengalihkan oksigen industri ke medis serta melakukan impor. Begitu pula dengan obat-obatan, pemerintah menggenjot produksi dalam negeri dan sebagian stok lainnya diimpor.

    Baca juga: Jokowi akan Bagikan Obat Terapi Covid-19 Gratis Bagi Pasien Kurang Mampu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...