Kemenkes Tegaskan Warga Tak Wajib Ikut Program Vaksin Covid-19 Berbayar

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mendaftar saat Serbuan Vaksin Masyarakat Maritim di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa 6 Juli 2021. TNI AL menggelar Serbuan Vaksin COVID-19 yang menyasar masyarakat maritim setempat guna menyukseskan program pemerintah dalam melakukan vaksinasi kepada satu juta orang per hari. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Seorang warga mendaftar saat Serbuan Vaksin Masyarakat Maritim di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa 6 Juli 2021. TNI AL menggelar Serbuan Vaksin COVID-19 yang menyasar masyarakat maritim setempat guna menyukseskan program pemerintah dalam melakukan vaksinasi kepada satu juta orang per hari. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Kesehatan untuk Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa program vaksin Covid-19 berbayar bersifat tidak wajib. “Vaksinasi Gotong Royong individu ini tidak wajib dan juga tidak akan menghilangkan hak masyarakat untuk memperoleh vaksin gratis melalui program vaksinasi pemerintah,” kata Nadia kepada Tempo, Senin, 12 Juli 2021.

    Nadia menjelaskan seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 saat ini, Kemenkes memperoleh banyak masukan dari masyarakat untuk mempercepat vaksinasi melalui jalur individu. Sehingga, vaksinasi Gotong Royong individu, kata dia, sifatnya hanya sebagai salah satu opsi untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

    Dari sisi pelaksanaannya, Nadia mengatakan vaksinasi Gotong Royong individu tidak akan mengganggu vaksinasi program pemerintah. “Karena mulai dari jenis vaksin, fasilitas kesehatan, dan tenaga kesehatannya akan berbeda,” ujarnya.

    Menurut Nadia, vaksinasi Gotong Royong individu ini hanya akan menggunakan merek Sinpoharm. Sedangkan vaksin pemerintah akan menggunakan merek Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax.

    Layanan vaksinasi berbayar bisa didapatkan di delapan jaringan Klinik Kimia Farma. Biaya layanan vaksinasi berbayar untuk individu ditetapkan pemerintah Rp879.140 per orang.

    Biaya tersebut mencakup harga vaksin Covid-19 per dosis Rp321.660 ditambah dengan harga layanan Rp117.910. Sehingga harga per dosis vaksin Covid-19 berbayar yang dibebankan kepada penerima manfaat seharga Rp439.570 per dosis. Maka biaya untuk dua kali suntikan vaksin sebesar Rp 879.140.

    Baca juga: Kimia Farma Tunda Pelaksanaan Vaksinasi Individu Berbayar, Kenapa?

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.