Tim Mitigasi IDI Dukung Langkah Vaksinasi Ketiga untuk Tenaga Kesehatan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum terpilih PB IDI Adib Khumaidi. Kredit: ANTARA/Istimewa

    Ketua Umum terpilih PB IDI Adib Khumaidi. Kredit: ANTARA/Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mohammad Adib Khumaidi mendukung langkah pemerintah untuk segera melakukan vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan. Rencananya vaksin yang akan diberikan adalah Moderna, berbeda dengan suntikan pertama dan kedua yang menggunakan vaksin Sinovac.

    "Ini salah satu upaya memberikan perlindungan dan keselamatan pada kelompok beresiko. Salah satunya nakes," kata Adib saat dihubungi, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Adib mengatakan bahwa wacana vaksinasi ketiga ini sudah lama muncul. Di kalangan medis, vaksinasi ini adalah booster untuk meningkatkan efektifitas dan antibodi dari vaksin yang sebelumnya telah diinjeksi.

    Wacana ini sempat tertahan karena belum ada kajian resmi. Apalagi belakangan dipastikan vaksin yang akan digunakan di suntikan ketiga berbeda dengan suntikan pertama dan kedua.

    Namun setelah Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) memberi rekomendasi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengumumkan vaksinasi booster bagi nakes ini, kemarin.

    "Sekarang kalau Kemenkes sudah koordinasi dengan ITAGI, sudah ada kajian scientific-nya, maka saya kira tidak perlu ragu lagi untuk diberikan pada teman-teman tenaga medis dan kesehatan," kata Adib.

    Meski begitu, Adib mengingatkan bahwa vaksin booste ini hanya salah satu upaya perlindungan. Upaya-upaya lain seperti protokol kesehatan, SOP dalam melakukan layanan yang aman dari paparan dan meminimalisir resiko juga harus tetap dijaga. "Pola jam kerja harus sesuai dengan standar, jangan sampai overwork. Hal itu tetap, di luar vaksinasi," kata Adib.

    Kemarin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi ketiga hanya diberikan untuk tenaga kesehatan karena keterbatasan jumlah vaksin yang tersedia. Program vaksinasi ketiga ini akan dilakukan mulai pekan depan untuk 1,47 juta tenaga kesehatan.

    "Vaksin Moderna ini rencananya datang minggu ini dan diharapkan mulai minggu depan sudah bisa kita mulai (vaksinasi)," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers daring, Jumat, 9 Juli 2021.

    Baca: Tiga Juta Dosis Vaksin Moderna untuk Tenaga Kesehatan Tiba dalam Waktu Dekat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.