IDI Dukung Mahasiswa Kedokteran Tingkat Akhir Dilibatkan Tangani Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac pada warga di Stasiun MRT Asean, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. PT MRT Jakarta (Perseroda) menyediakan layanan vaksinasi gratis untuk masyarakat dengan total target sebanyak 4.000 orang yang dibagi ke dalam kuota harian selama periode 3 bulan ke depan dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi JAKI. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac pada warga di Stasiun MRT Asean, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. PT MRT Jakarta (Perseroda) menyediakan layanan vaksinasi gratis untuk masyarakat dengan total target sebanyak 4.000 orang yang dibagi ke dalam kuota harian selama periode 3 bulan ke depan dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi JAKI. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia setuju dengan rencana Kementerian Kesehatan melibatkan mahasiswa kedokteran tingkat akhir untuk menangani pasien Covid-19. IDI menyatakan usul itu sudah dibahas sejak jauh hari dan disetujui oleh organisasi profesi tersebut, bersama dengan Konsil Kedokteran Indonesia, Kemenkes dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

    “Itu sudah ada kesepakatan,” kata Wakil Ketua Pengurus Besar IDI Slamet Budiarto, saat dihubungi, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Slamet mengatakan mahasiswa kedokteran tingkat akhir yang dimaksud adalah mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan, namun belum menjalani Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter. Jumlahnya ada lebih dari 3 ribu orang. Slamet mengatakan mereka sudah memiliki pengetahuan dasar kedokteran yang cukup untuk menangani pasien. “Ini suasana perang,” kata dia.

    Sebelumnya, pemerintah akan melibatkan mahasiswa tingkat akhir jurusan kedokteran dan calon perawat untuk menangani pasien Covid-19. Calon dokter dan perawat akan mulai dilibatkan seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini.

    “Menteri Kesehatan akan segera melakukan mobilisasi SDM untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, mahasiswa kedokteran tingkat akhir dan calon perawat akan dilibatkan untuk membantu situasi darurat ini,” kata juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi, Dedy Permadi dalam konferensi pers harian PPKM Darurat, Jumat, 9 Juli 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.