Moeldoko Minta Masyarakat Optimistis Pemerintah Bisa Tangani Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) berjalan keluar gedung usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) berjalan keluar gedung usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak masyarakat untuk tidak terlalu pesimistis dan meragukan kemampuan Indonesia untuk keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19. Sebaliknya, ia mendorong masyarakat menyatukan daya dan kekuatan dalam mencari solusi di masa sulit ini.

    "Dalam hal apapun pesimisme tidak akan pernah membuat masalah terselesaikan. Pesimisme membuat otak kreatif kita buntu, energi kita habis tersedot," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Moeldoko meminta semua pihak mulai melepaskan perbedaan dan kepentingan. Ia mempersilakan masyarakat untuk memberi masukan dan kritik dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

    "Pemerintah tidak anti-kritik, namun untuk saat ini marilah sertai kritikan dengan solusi. Bantu kami berpikir dan bantu kami menyelamatkan masyarakat. Mari kita sama-sama bergerak untuk pemulihan bersama," kata Moeldoko.

    Demi menekan laju penularan virus Covid-19 di tengah masyarakat, Presiden Joko Widodo pada hari Kamis tanggal 1 Juli lalu mengumumkan kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat di 122 kabupaten dan kota di Jawa dan Bali sejak 3 Juli hingga 20 Juli.

    Moeldoko mengakui bahwa pengimplementasian PPKM bukan tanpa tantangan. Berdasarkan pantauan dari pemerintah, tingkat mobilitas masyarakat di masa PPKM darurat baru minus 30 persen. Kata Moeldoko, PPKM baru akan dianggap berhasil jika mampu menekan mobilitas di minus 50 persen.

    "Oleh sebab itu pemerintah tetap akan memperketat PPKM sampai tanggal 20 Juli," kata Moeldoko.

    Kebijakan pemerintah untuk menarik rem darurat ini diakui Moeldoko akan berdampak pada roda perekonomian masyarakat. Namun meski sulit, ia mengatakan langkah ini harus diambil demi keselamatan masyarakat dan pemulihan bersama.

    "Indonesia pulih karena saya, Indonesia pulih karena kamu, dan Indonesia pulih karena kita," kata Moeldoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.