Telat Distribusi, Kabareskrim Sidak Pabrik Obat Covid-19 di Cianjur

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga medis memeriksa tabung oksigen untuk digunakan sebagai alat bantu pernapasan bagi pasien Covid-19 di ruang ICU RSUD Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tenaga medis memeriksa tabung oksigen untuk digunakan sebagai alat bantu pernapasan bagi pasien Covid-19 di ruang ICU RSUD Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Cianjur - Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto menginspeksi pabrik obat PT Pyridam Farma di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 9 Juli 2021. Pyridam memproduksi salah satu obat Covid-19 merek Zarom yang mengandung Azithromycin.  

    Agus menemukan keterlambatan pendistribusian obat-obatan. Puluhan dus obat-obat yang terlambat didistribusikan tersebut lantas dipasangi garis polisi dengan status harus segera didistribusikan.

    "Kami telah diperintahkan kepada seluruh jajaran untuk melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap pendistribusian obat, khususnya empat jenis obat yang ada hubungannya dengan penanganan pandemi Covid-19," ujar Kabareskrim Agus kepada wartawan di Cipanas, Cianjur, Jumat 9 Juli 2021.

    Pengecekan dan pengawasan peredaran obat-obatan tersebut, kata Agus, telah ditetapkan oleh pemerintah, terutama empat jenis obat yang dapat terjangkau oleh masyarakat. "Termasuk urusan mekanisme perubahan harga eceran tertinggi (HET) yang lama dengan yang baru," kata dia.

    Agus mengatakan, Bareskrim telah menyarankan Kementerian Kesehatan RI, untuk segera mengeluarkan surat edaran yang berkaitan dengan kebijakan pengawasan pendistribusian obat Covid-19.

    Baca juga: RSHS Bandung Kehabisan Obat Covid-19 Actemra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.