Mengenal Vaksin Moderna, Vaksin Covid Dosis Ketiga untuk Tenaga Kesehatan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah forklift digunakan untuk mengangkut vaksin Moderna melawan penyakit coronavirus (Covid-19) di Terminal kargo Taiwan Air di Taoyuan, Taiwan, 18 Juni 2021. [REUTERS/Ann Wang]

    Sebuah forklift digunakan untuk mengangkut vaksin Moderna melawan penyakit coronavirus (Covid-19) di Terminal kargo Taiwan Air di Taoyuan, Taiwan, 18 Juni 2021. [REUTERS/Ann Wang]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan memberikan vaksin ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan pekan depan. Program ini akan menyasar 1,47 juta nakes baik perawat maupun dokter. Para nakes ini akan menerima vaksin Moderna.

    "Vaksin (Moderna) ini rencananya datang minggu ini dan diharapkan mulai minggu depan sudah bisa kita mulai (vaksinasi)," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers daring, Jumat, 9 Juli 2021.

    Budi menegaskan, vaksinasi ketiga hanya diberikan untuk tenaga kesehatan karena keterbatasan jumlah vaksin yang tersedia.

    "Penting untuk kita pahami, vaksinasi ketiga ini hanya diberikan kepada nakes. Karena mereka itu yang setiap hari bertemu dengan virus yang tinggi sekali kadarnya dan mereka harus kita lindungi mati-matian agar mereka bisa konsentrasi bekerja," ujar Budi.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM memang telah menerbitkan izin darurat penggunaan Moderna untuk mengendalikan Covid-19.

    Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan Moderna adalah vaksin Covid-19 pertama yang mendapatkan emergency authorization use dari BPOM yang menggunakan platform mRNA. Jika vaksin Covid-19 lain menggunakan komponen virus atau kuman yang dilemahkan atau dimatikan, vaksin mRNA ini mengandung materi genetik yang direkayasa sehingga menyerupai kuman atau virus tertentu.

    Vaksin dengan teknologi mRNA dan non-mRNA sama-sama mampu membentuk kekebalan tubuh terhadap virus atau kuman tertentu. Penny menjelaskan, vaksin Moderna masuk Indonesia melalui skema Covid-19 Vaccine Global Access atau COVAX, bekerja sama dengan Amerika Serikat.

    Penny mengatakan Moderna dapat digunakan untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas. "Vaksin Moderna belum bisa dipakai untuk anak karena masih tahap uji klinis. Tapi untuk lansia, bisa," katanya saat jumpa pers pada 2 Juli 2021. Vaksin ini harus disimpan dalam tempat khusus dengan suhu minus 20 derajat Celcius.

    Dalam pengujian BPOM, Moderna aman digunakan dan memiliki efek samping yang masih dalam batas toleransi. Adapun efek samping dari vaksin ini antara lain nyeri pada area yang disuntik, serta nyeri pada otot dan sendi, kelelahan, dan sakit kepala.

    "Tingkat keparahan level satu dan dua," kata Penny. Efek samping tersebut umumnya terjadi setelah vaksinasi tahap kedua dengan profil penerima vaksin hampir merata di umur kurang dari 65 tahun dan di atas usia tersebut.

    Penny mengatakan, vaksin Moderna juga dapat digunakan oleh mereka yang memiliki penyakit bawaan, seperti paru kronis, jantung, obesitas berat, diabetes, penyakit liver, dan HIV. "Uji terhadap vaksin ini menunjukkan hasil yang sama pada kelompok populasi dengan komorbid," katanya.

    FAHIRA NOVANRA

    Baca juga: Negara-negara ini Sumbang Vaksin Covid-19 ke Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.