Serikat Guru Usul Sekolah Tatap Muka Mulai 2022, Setelah 70 Persen Ikut Vaksin

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak memakai seragam sekolah saat disuntik vaksin Covid-19 di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan 1,3 juta anak usia 12 tahun ke atas untuk disuntik vaksin Covid-19 guna mencapai herd immunity pada Agustus mendatang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Seorang anak memakai seragam sekolah saat disuntik vaksin Covid-19 di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan 1,3 juta anak usia 12 tahun ke atas untuk disuntik vaksin Covid-19 guna mencapai herd immunity pada Agustus mendatang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyarankan agar sekolah tatap muka dimulai awal 2022, setelah 70 persen peserta didik mengikuti vaksinasi Covid-19. “Dengan demikian kekebalan kelompok di satuan pendidikan dapat terbentuk,” kata Wakil Sekjen FSGI Mansur dalam keterangannya, Jumat, 9 Juli 2021.

    Mansur menilai, anak usia 12-17 tahun merupakan kelompok yang rentan tertular, terutama oleh beberapa varian baru virus corona. 

    Selain itu, kata dia, ada mayoritas daerah yang belum sepenuhnya menggelar Pembelajaran Tatap Muka alias masih uji coba, tapi anak-anak yang terinfeksi mencapai 12,6 persen dari total kasus positif Covid-19.

    “Dan angka kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tertinggi di dunia. Sebagian besar anak tertular dari kluster keluarga,” ujarnya.

    Menurut Mansur, vaksinasi adalah salah satu unsur pencegahan karena membentuk kekebalan tubuh orang yang divaksin. Meskipun vaksin tidak menjamin seseorang tidak tertular Covid-19, namun vakinasi setidaknya menurunkan resiko keparahan jika terinfeksi.

    FSGI pun mendorong agar pemerintah pusat membuat ketentuan agar mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka jika 10 persen warga satuan pendidikan sudah divaksin, baik pendidik, tenaga kependidikan maupun peserta didik. 

    Mansur juga meminta pemerintah tetap mensyaratkan kewajiban pengisian daftar periksa Pembelajaran Tatap Muka di laman Kemdikbudristek dan tetap membuat protokol kesehatan atau SOP Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di satuan pendidikan.  

    “Meskipun 70 persen warga sekolah sudah mengikuti vaksinasi Covid-19 bukan berarti tidak ada penularan Covid-19, jadi tetap terapkan 5M untuk melindungi seluruh warga sekolah,” kata Mansur soal sekolah tatap muka.

    Baca juga: Seribu Anak di Cianjur Kena Covid Selama Pandemi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.