Kapasitas Penuh, RSUD Papua Barat Tutup Layanan bagi Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan memindahkan pasien Covid-19 dari IGD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung, yang sudah penuh, Kamis, 1 Juli 2021. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas kesehatan memindahkan pasien Covid-19 dari IGD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung, yang sudah penuh, Kamis, 1 Juli 2021. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat tutup sementara untuk pasien Covid-19 dimulai Jumat pagi ini, 9 Juli 2021. Langkah itu diambil karena jumlah pasien Covid-19 sudah melebihi kapasitas daya tampung rumah sakit.

    Direktur RSUD Papua Barat Arnold Tiniap membenarkan bahwa Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 di ibu kota provinsi itu harus ditutup sementara karena ruang rawat inap pasien sudah melebihi kapasitas. "Saat ini ada 111 pasien Covid-19 yang dirawat. Kami tutup sementara karena memang tidak ada lagi tempat untuk merawat pasien," ujar Arnold Tiniap.

    Dia mengatakan kapasitas daya tampung pasien Covid-19 di RSUD itu adalah 120 orang. Hanya saja sebagian ruang belum memenuhi standar kelayakan untuk digunakan, sehingga daya tampung maksimal 110 orang saja.

    Selain over kapasitas, Tiniap menyatakan 20 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD itu positif terpapar Covid-19. Sehingga dibutuhkan waktu untuk proses isolasi mandiri bagi para nakes tersebut. "Nakes kami 20 orang sudah terpapar. Ini berdampak pula pada pelayanan kami saat menangani pasien," kata Arnold Tiniap.

    Ia menuturkan saat ini cadangan oksigen untuk pasien Covid-19 gejala sedang hingga berat di RSUD Papua Barat mulai menipis. "Kami sedang berusaha bersama Dinas Kesehatan agar penyedia isi ulang oksigen di daerah ini bisa tingkatkan produksi," ujarnya.

    Menurut Tiniap, tak ada pilihan lain bagi warga untuk menurunkan penyebaran Covid-19 dengan cara menjaga diri sendiri dengan ketat protokol kesehatan. "Jika masyarakat terus abai, maka upaya Satgas Covid-19 dan semua pihak akan sia-sia untuk menekan laju penyebaran virus Corona di daerah ini," kata Tiniap.

    Dia menambahkan temuan kasus Covid-19 di Papua Barat lewat pelacakan termasuk yang tertinggi di Indonesia. "Sampai Kamis kemarin, ada tambahan 317 kasus baru. Sehingga total kasus (aktif) positif Corona Papua Barat mencapai 2.912, dimana 1.404 kasus aktif berasal dari Kabupaten Manokwari," ujar Arnold Tiniap. 

    Baca juga: RSUD Wates Minta Kemenkes Permudah Laporan Klaim Pasien Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.