Ridwan Kamil Sebut Ribuan Warga Jabar Minta Bantuan Obat dan Vitamin

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan pers secara daring dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (1/7/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar).

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan pers secara daring dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (1/7/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar).

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan hingga Kamis kemarin jumlah warga pengakses telekonsultasi isolasi mandiri melalui laman Pikobar mencapai 4.931 orang dengan total pesan atau pertanyaan mencapai 14.082 pesan. Sementara jumlah permohonan vitamin sebanyak 8.896 orang dan enam permohonan untuk obat.

    “Ada 8 ribuan warga yang memohon bantuan obat-obatan dan vitamin. Kemudian ada 11 ribuan pertanyaan konsultasi kepada tim dokter. Kurang lebih ada 13 tim dokter yang disediakan memberikan konsultasi oleh Dinkes Jabar,” kata Ridwan Kamil, Jumat, 9 Juli 2021.

    Usai meninjau persediaan obat-obatan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini memastikan suplai vitamin dan obat dapat terjangkau dengan tepat sasaran. Selain itu, pengiriman obat pun dilakukan satu hari dan langsung menuju pasien yang tengah menjalani isoman (isolasi mandiri).

    Pemprov Jabar, kata dia, bekerja sama dengan kurang lebih 10 perusahaan farmasi untuk menjamin suplai obat dengan harga terjangkau dan tepat sasaran. Selain itu, Pemprov kerja sama dengan beberapa perusahaan kurir yang diharapkan satu hari sampai langsung ke pasien Covid-19 di Jawa Barat.

    “Prioritas penanganan inilah yang kami dahulukan seiring dengan proses PPKM Darurat yang juga terus kita sempurnakan,” ujar Ridwan Kamil. Gubernur mengimbau kepada aparat desa di seluruh 27 kabupaten/kota di Jabar untuk melakukan deteksi dini secara masif.

    Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi para pasien Covid-19 yang hendak melakukan konsultasi ke Pikobar, tapi tidak dapat mengaksesnya. “Kami tidak ingin mendengar lagi ada warga Jabar yang sedang isolasi mandiri kesusahan apalagi meninggal dunia," ujar dia.

    Oleh karena itu, Kang Emil mengimbau aparat setempat mendeteksi warga yang mungkin sedang isolasi mandiri. Jika warga tidak bisa mendaftarkan ke Pikobar karena tidak punya telepon pintar maka hal tersebut jadi tanggung jawab aparat setempat untuk meregistrasi.

    “Makanya saya sudah tugaskan yang mendaftarkan itu boleh pasiennya langsung atau keluarganya dengan bukti aparat setempat jika warganya memang tidak bisa mengakses secara digital,” ujar Ridwan Kamil. 

    Kang Emil meminta kepada seluruh masyarakat Jabar untuk menyebarkan informasi fitur Isoman yang ada di Pikobar. Dengan begitu, pasien Covid-19 di seluruh Jabar dapat terlayani oleh para dokter.

    “Saya titip rekan-rekan semua menyampaikan melalui media masing-masing agar semua yang isolasi mandiri jangan ragu-ragu meminta pertolongan kepada pemerintah provinsi. Insyaallah negara hadir untuk kita semua ini juga dananya dari menunda dan memberhentikan beberapa proyek infrastruktur di Jabar,” tutur Ridwan Kamil.

    Baca juga: Ridwan Kamil: Jawa Barat Defisit 76 Ton Oksigen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.