Ini Alur Layanan Telemedicine Covid-19: Dari Konsultasi hingga Obat Gratis

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas meyiapkan ruang isolasi bagi pasien COVID-19 tanpa gejala (OTG) di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Selasa, 6 Juli 2021. Daya tampung ruang isolasi yang berada di lantai 2 dan 3 Gedung Blok B-C tersebut sebanyak 250 orang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah petugas meyiapkan ruang isolasi bagi pasien COVID-19 tanpa gejala (OTG) di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Selasa, 6 Juli 2021. Daya tampung ruang isolasi yang berada di lantai 2 dan 3 Gedung Blok B-C tersebut sebanyak 250 orang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan 11 platform telemedicine untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pelayanan medis jarak jauh bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Layanan telemedicine ini menyediakan fasilitas konsultasi dokter secara online hingga pengiriman obat gratis.

    Sebagai permulaan, layanan telemedicine gratis dimulai di DKI Jakarta sejak 7 Juli. “Kami melakukan pelayanan telemedicine karena kalau sekarang harus datang ke rumah sakit, konsultasi dengan dokter, akan susah karena akan menambah risiko," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin lewat keterangannya yang dikutip, Jumat, 9 Juli 2021.

    Adapun 11 platform telemedicine yang bekerjasama dengan Kemenkes, yakni; Alodokter, GetWell, Good Doctor dan GrabHealth, Halodoc, KlikDokter, serta KlinikGo. Kemudian Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

    Alur layanan telemedicine gratis ini dimulai dari pemeriksaan PCR di laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes. Ada 743 Lab pemeriksaan PCR yang sudah terafiliasi dan terkoneksi langsung dengan Kemenkes, 114 Lab di antaranya ada di Jakarta.

    Ketika hasil tes PCR di Lab tersebut terkonfirmasi positif Covid-19, maka Lab akan meng-entry data pasien dan terhubung langsung dengan Kemenkes. Dalam waktu sehari, pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kemenkes yang memuat link untuk konsultasi online dan sebuah kode untuk mendapatkan obat gratis.

    “Jadi tidak bisa orang langsung mencari dan melakukan konsultasi online tanpa dites PCR di Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes karena kami perlu verifikasi apakah yang bersangkutan benar-benar positif Covid-19,” tutur Budi.

    Untuk pengiriman paket obat, lanjut Budi, dibantu oleh jasa ekspedisi Sicepat. "Jadi saya terima kasih sekali ini bukan hanya menjadi program pemerintah tapi sudah menjadi gerakan dimana seluruh komponen bangsa, kelompok-kelompok sosial juga mau berpartisipasi menyumbangkan sesuai dengan kemampuan,” ujar Menkes Budi Sadikin.

    Baca juga: Menkes Budi Minta 7 Daerah Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.