Jubir Kominfo: Kasus Covid-19 Bisa Melandai Pekan Depan, Asal...

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung RSDC Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pengelola RS ini telah menambah 1.400 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Gedung RSDC Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pengelola RS ini telah menambah 1.400 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kominfo, Dedy Permadi menyebut kasus Covid-19 bisa melandai pekan depan jika mobilitas masyarakat turun hingga 50 persen. Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 terus mencetak rekor, bahkan hari ini tertinggi dengan 38.391 kasus.

    "Apabila mobilitas bisa diturunkan sampai dengan 50 persen, maka kita akan melihat kasus melandai, menurun, di pertengahan minggu depan," ujar Dedy dalam konferensi pers daring, Kamis, 8 Juli 2021.

    Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali telah diberlakukan mulai 3-20 Juli 2021. Sejauh ini, kata Dedy, penurunan mobilitas warga selama PPKM Darurat belum mencapai angka yang diharapkan. Untuk itu, Dedy mengimbau masyarakat menaati aturan PPKM Darurat dengan tetap berada di rumah saja jika tidak ada keperluan mendesak.

    "Menahan diri untuk tidak keluar rumah apalagi berkerumun, Sekali lagi kami sampaikan di rumah saja, dan taati semua protokol kesehatan dengan seketat-ketatnya," kata Dedy.

    Selama PPKM Darurat, pemerintah memantau ketat mobilisasi warga melalui Facebook Mobility, Google Traffic, dan Night Light dari NASA.

    Data pada Ahad, 4 Juli 2021, indeks mobilitas di DKI Jakarta secara keseluruhan minus 18,6 persen, yang diperoleh dari Google Mobility sebesar minus 22,5 persen dan Facebook Mobility sebesar minus 15,7 persen. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 1.406 dari 7.817 orang.

    Selanjutnya, di wilayah Kepulauan Seribu penurunan mobilitas mencapai minus 17,3 persen, Jakarta Barat sebesar minus 18,3 persen, Jakarta Pusat sebesar minus 17,0 persen, Jakarta Selatan sebesar minys 23,6 persen, Jakarta Timur sebesar minus 17,8 persen, dan Jakarta Utara sebesar minus 17,4 persen. Angka ini belum mencapai target pemerintah untuk dapat menurunkan mobilitas warga yang ditargetkan pada angka minus 30 persen hingga minus 50 persen.

    Berikutnya, indeks mobilitas di provinsi Banten secara keseluruhan pada Minggu Ahad mencapai minus 21,6 persen, yang diperoleh dari Google Mobility sebesar minus 18,5 persen dan Facebook Mobility sebesar minus 13,3 persen. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 2.636 dari 7.243 orang.

    Digambarkan di wilayah kota Cilegon penurunan mobilitas mencapai -15,9 persen, kota Serang sebesar minus 20,0 persen, kota Tangerang sebesar minus 24,7 persen, kota Tangerang Selatan sebesar minus 31,0 persen, Lebak sebesar minus 17,7 persen, Serang sebesar minus 18,2 persen, dan Tangerang sebesar minus 23,5 persen.

    Adapun indeks mobilitas di provinsi Jawa Barat secara keseluruhan pada Ahad mencapai minus 17,8 persen, yang diperoleh dari Google Mobility sebesar minus 19,8 persen dan Facebook Mobility sebesar minus 15,6 persen. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 11.760 dari 21.646 orang.

    DEWI NURITA

    Baca juga: Cetak Rekor Lagi, Kasus Baru Positif Covid-19 Per 8 Juli Tembus 38.391


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.