PPKM Darurat, Ngabalin: Dukung Penuh Jokowi, Hentikan Perdebatan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin ditemui awak media di Polda Metro Jaya, Kamis petang, 3 Desember 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin ditemui awak media di Polda Metro Jaya, Kamis petang, 3 Desember 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meminta masyarakat mendukung penuh kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi lewat PPKM Darurat dalam menangani pandemi Covid-19.

    "Mari kita mengambil peran yang konkret. Kita hentikan semua perdebatan-perdebatan yang tidak memberikan manfaat apapun, kita tidak memberikan masukan apapun, come on, ambil peran masing-masing," ujar Ngabalin lewat video di akun YouTube Serbet Ngabalin yang dikirimkannya kepada Tempo, Kamis, 8 Juli 2021.

    Menurut Ngabalin, upaya menangani pandemi ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga harus dibantu dengan peran masyarakat. "Kita harus bisa memberikan dukungan penuh kepada pemerintah, kepada presiden, dan komite yang diberi  kepercayaan oleh presiden. Jadikan ini tanggung jawab bersama," tuturnya.

    Ia meminta, setidaknya masyarakat berperan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mematuhi ketentuan yang diberlakukan selama PPKM Darurat. "Suka atau tidak suka, kita dituntut memiliki platform berpikir yang sama, kita harus mengurangi mobilitas meskipun ini bisa mengurangi produktifitas. Perjuangan memang butuh pengorbanan," ujar Ngabalin.

    Pendiri Lapor Covid-19, Irma Hidayana sebelumnya meminta pemerintah sebaiknya mengakui saja kondisi darurat pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini serta meminta maaf kepada masyarakat atas kegagalan menangani pandemi selama kurang lebih 1,5 tahun.

    "Mohon situasi yang sudah gawat darurat dan carut marut ini diakui, minta maaf, serta mengakhiri segala komunikasi yang mencitrakan bahwa kita baik-baik saja," ujar Irma, Senin lalu.

    Lapor Covid-19 mengaku menerima banyak sekali laporan dari warga positif Covid-19 yang kesulitan mencari tempat isolasi terpusat, rumah sakit, ICU, hingga oksigen. Hingga Ahad, 4 Juli 2021, organisasi nirlaba ini mencatat 278 orang meninggal saat isolasi mandiri atau sedang berupaya mengakses layanan kesehatan.

    Belakangan, desakan mundur terhadap Presiden Jokowi juga terus menggema di media sosial. Tagar #BapakPresidenMenyerahlah sejak kemarin ramai bahkan masih bertahan di daftar Trending Topic Twitter sampai hari ini. Warganet mendesak kepala negara mundur karena dinilai gagal menangani pandemi Covid-19.

    DEWI NURITA

    Baca: Jokowi: Tidak Semua Pasien Covid-19 Harus Masuk Rumah Sakit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.