Jokowi: Tidak Semua Pasien Covid-19 Harus Masuk Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan jaketnya ke seorang pria saat meninjau vaksinasi Covid-19 di pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu, 30 Juni 2021. Jokowi tiba-tiba memberikan dan memakaikan jaketnya kepada salah satu peserta vaksin di tempat tersebut. ANTARA/BPMI Setpres

    Presiden Joko Widodo memberikan jaketnya ke seorang pria saat meninjau vaksinasi Covid-19 di pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu, 30 Juni 2021. Jokowi tiba-tiba memberikan dan memakaikan jaketnya kepada salah satu peserta vaksin di tempat tersebut. ANTARA/BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan tidak semua pasien Covid-19 harus masuk rumah sakit. "Apakah semua yang dinyatakan positif Covid-19 harus dirawat di rumah sakit? Tidak semuanya," ujar Jokowi lewat akun Instagram @jokowi, Kamis, 8 Juli 2021.

    Jokowi kemudian memaparkan kriteria bagi mereka yang tidak harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, berikut ini;

    1. Pasien Tanpa Gejala

    Pasien ini memiliki gejala; frekuensi napas 12-20 kali per menit dan saturasi oksigen di atas 94 persen. Pasien dengan gejala ini harus diberi obat terapi Vitamin C, D, Zinc. Pasien ini dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas isolasi pemerintah selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

    2. Pasien Gejala Ringan

    Pasien ini memiliki gejala; demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), fatigue/kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia dan nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit/perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napas 12-20 kali per menit, saturasi oksigen di atas 94 persen.

    Pasien dengan gejala ini harus diberi obat terapi Oseltamivir atau favipiravir, Azitromisin, Vitamin C, D, Zinc. Pasien dengan gejala ini dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas isolasi pemerintah selama 10 hari sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala.

    Saat ini, pemerintah telah menyiapkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Nagrak di Cilincing dan Rusunawa Pasar Rumput di Setiabudi sebagai fasilitas isolasi untuk menampung pasien tanpa gejala dan gejala ringan.

    Presiden Jokowi sudah meninjau kesiapan Rusun Pasar Rumput pada Rabu, 7 Juli 2021. Tower pertama telah siap digunakan dengan kapasitas 2.060 tempat tidur. Jika ditambah dengan tower kedua dan ketiga yang akan siap dalam 2-3 hari ini, maka kapasitas total mencapai 5.950 tempat tidur untuk pasien Covid-19. "Kita harapkan dengan persiapan-persiapan seperti ini, kalau memang terjadi lonjakan kita sudah ada kesiapan," katanya.

    Baca juga: Kominfo Sebut Jokowi Pimpin Langsung Penanganan Pandemi Sejak Akhir Desember 2019


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.