KPAI Sebut Tak Ada Penolakan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner KPAI, Retno Listyarti, dalam diskusi PR Pendidikan di Hari Anak di Jakarta, 20 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    Komisioner KPAI, Retno Listyarti, dalam diskusi PR Pendidikan di Hari Anak di Jakarta, 20 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, menyebut tak ada penolakan vaksinasi Covid-19 untuk anak. KPAI menemukan alasan orang tua mengizinkan anak divaksinasi agar bisa mengikuti pembelajaran tatap muka.

    “Sebagian orang tua yang diwawancarai mengakui mengizinkan anaknya divaksin agar dapat ikut PTM nantinya,” kata Retno dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 7 Juli 2021.

    Retno mengatakan, sekolah tidak mensyaratkan anak bisa ikut Pembelajaran Tatap Muka bila sudah divaksin. Namun, banyak orang tua khawatir anaknya tidak bisa mengikuti PTM jika belum memperoleh vaksinasi Covid-19.

    Dalam pengawasan yang dilakukan KPAI, Retno mengaku belum terlihat penolakan vaksin Covid-19 pada kelompok anak. Sebab, beberapa sekolah yang menjadi tempat vaksin menyatakan hampir 100 persen yang mau divaksin hadir. “Hanya ada yang kemudian tidak bisa divaksin karena sedang sakit atau kondisi kurang fit, sehingga di-reschedule,” ujarnya.

    Menurut Retno, DKI Jakarta, Bali dan NTB sudah memulai program vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, hanya dengan memberikan salinan kartu keluarga dan surat izin orang tua untuk anaknya divaksin. Selain itu, DKI Jakarta juga hampir menuntaskan vaksin untuk pendidik dan tenaga kependidikan.

    FRISKI RIANA

    Baca: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun akan Dilakukan di Sekolah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.