Kemendagri Minta Kepala Daerah Percepat Penyaluran Bansos dari APBD

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan sinyal bahwa program bantuan sosial tunai (BST) bisa diperpanjang. BST hanya berlangsung hingga April saja.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan sinyal bahwa program bantuan sosial tunai (BST) bisa diperpanjang. BST hanya berlangsung hingga April saja.

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Dalam Negeri meminta kepala daerah mempercepat penyaluran bantuan sosial dan jaring pengaman sosial yang bersumber dari APBD. "Agar pemda mengeluarkan bansosnya," kata Pelaksana Harian Direktur Jenderal  Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Suhajar Diantoro dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021.

    Ia juga meminta agar ketentuan mengenai pengendalian dan pengetatan aktivitas masyarakat yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 dijalankan tanpa keraguan.

    "Agar pemda meningkatkan sosialisasi PPKM darurat, dan kedua agar hati-hati dalam pembatasan atau penertiban rakyat yang berada pada kelompok berpendapatan rendah atau income harian," katanya.

    Sehubungan dengan hal tersebut, kepala daerah diminta mempercepat penyaluran  bansos serta jaring pengaman sosial yang bersumber dari APBD sesuai dengan yang tertuang dalam Inmendagri.

    Pemda diminta melakukan langkah-langkah bila terdapat kebutuhan tambahan pendanaan untuk penganggaran dan penyaluran bansos, serta jaring pengaman sosial dalam mendukung pelaksanaan PPKM darurat. Pertama, melakukan rasionalisasi dan/atau realokasi anggaran dari program atau kegiatan yang kurang prioritas pada anggaran-anggaran bantuan sosial, serta jaring pengaman sosial.

    Kedua, tata cara rasionalisasi dan/atau realokasi kebutuhan tambahan pendanaan untuk penganggaran dan penyaluran bantuan sosial atau jaring pengamanan sosial dalam mendukung pelaksanaan PPKM darurat berpedoman pada Pasal 4 dan Pasal 5 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020.

    Daerah juga berpedoman pada Pasal 3 sampai dengan Pasal 6 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2020 tentang Pengutamaan Penggunaan Alokasi Anggaran untuk Kegiatan Tertentu, Perubahan Alokasi, dan Penggunaan APBD. Bupati/wali kota diminta untuk melakukan percepatan evaluasi APB-Desa bagi desa yang belum menetapkan peraturan desa mengenai APB-Desa, pengesahan data KPM oleh pemerintah daerah, perekaman data KPM penerima BLT-DD pada Om-SPAN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Kepala desa diminta untuk melakukan pendataan dan penetapan KPM, dan menindaklanjuti dengan pelaksanaan BLT-DD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tak kalah penting, kata dia, kepala daerah diminta melakukan sinkronisasi bansos yang berasal dari pusat dengan yang bersumber dari APBD.

    "Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 yang telah dikeluarkan, diktum kedelapan dan kesembilan dapat dijadikan pedoman bagi kawan-kawan di daerah, tentunya gubernur, bupati/wali kota menugaskan sekda sebagai ketua panitia anggaran," ujar Dirjen Adwil Kemendagri Suhajar.

    Baca Juga: Mensos Risma Mengatakan Bansos Rp 600 Ribu Segera Cair


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.