MUI: 584 Kiai Meninggal Selama Pandemi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Minggu, 4 Juli 2021. Jumlah kematian akibat COVID-19 per hari Minggu 4 Juli 2021 mencapai 555 kasus, yang menjadi rekor tertinggi sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Petugas memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Minggu, 4 Juli 2021. Jumlah kematian akibat COVID-19 per hari Minggu 4 Juli 2021 mencapai 555 kasus, yang menjadi rekor tertinggi sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdul Ghaffar Rozin, mengatakan hingga 4 Juli 2021 ada 584 kiai yang wafat di tengah pandemi virus corona. Angka ini merujuk pada pencatatan yang dilakukan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama.

    Rozin pun meminta masyarakat lebih waspada dengan penularan Covid-19 dan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat karena tingginya kematian akibat Covid-19.

    Menurut Rozin, Covid-19 menyerang segala lapisan masyarakat, tak terkecuali komunitas pesantren. “Peningkatan penularan yang sangat signifikan terhadap para kiai dan pengasuh pesantren terutama di seluruh wilayah Madura dan wilayah lain seperti Jawa Tengah utara seperti Pati, Kudus, Demak, Jepara, dan daerah lainya secara merata,” katanya dikutip dari laman resmi MUI, Selasa, 6 Juli 2021.

      

    Untuk mengatasi hal ini, Rozin mengimbau agar komunitas pesantren di seluruh Indonesia memberlakukan protokol kesehatan yang ketat dengan melarang santri pulang, membatasi keluar masuk tamu, dan menyiapkan ruang isolasi yang sesuai standar.

    Ia menyarankan agar menghindari mengundang kiai untuk hadir dalam acara yang dapat mengundang banyak orang. Alasannya bisa memicu keramaian dan memungkinkan menyebarnya virus tersebut.

    Teguh Arif Romadhon

    Baca juga:

    PPKM Darurat, MUI: Haram Menimbun Sembako dan Vitamin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.