PPKM Darurat: Menko Luhut Ingin Tekan Mobilitas Warga Hingga 50 Persen

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan taktis jenis panser disiagakan di pos penyekatan perbatasan Depok dan Jakarta di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Selasa 6 Juli 2021. Petugas Gabungan Polri dan TNI menyiapkan kendaraan taktis untuk membantu penyekatan selama PPKM Darurat Jawa - Bali. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

    Kendaraan taktis jenis panser disiagakan di pos penyekatan perbatasan Depok dan Jakarta di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Selasa 6 Juli 2021. Petugas Gabungan Polri dan TNI menyiapkan kendaraan taktis untuk membantu penyekatan selama PPKM Darurat Jawa - Bali. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut dibutuhkan penurunan mobilitas warga setidaknya 30 persen untuk menghadapi Covid-19 varian alpha dan 50 persen untuk varian delta agar laju jumlah kasus Covid-19 menurun.

    "Jadi mobilitas ini bisa kita manage sampai minus 30 persen paling tidak, terus sampai 50 persen untuk menghadapi delta varian. Kita berharap bisa dalam minggu ini kita sudah dekat 50 persen, kemudian secara perlahan kasus mulai menurun," ujar Luhut dalam konferensi pers daring, Selasa, 6 Juli 2021.

    Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali ini menyebut pemerintah akan memantau ketat mobilitas warga melalui Facebook Mobility, Google Traffic, dan Night Light dari NASA.

    Indeks mobilitas di DKI Jakarta secara keseluruhan pada Ahad, 4 Juli 2021 mencapai minus 18,6 persen, yang diperoleh dari Google Mobility sebesar minus 22,5 persen dan Facebook Mobility sebesar minus 15,7 persen. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 1.406 dari 7.817 orang.

    Selanjutnya, di wilayah Kepulauan Seribu penurunan mobilitas mencapai minus 17,3 persen, Jakarta Barat minus 18,3 persen, Jakarta Pusat minus 17,0 persen. Lalu Jakarta Selatan minus 23,6 persen, Jakarta Timur sebesar minus 17,8 persen, dan Jakarta Utara sebesar minus 17,4 persen. Angka ini belum mencapai target pemerintah untuk dapat menurunkan mobilitas warga yang ditargetkan pada angka minus 30 persen hingga minus 50 persen.

    Berikutnya, indeks mobilitas di provinsi Banten secara keseluruhan pada Ahad kemarin mencapai minus 21,6 persen, yang diperoleh dari Google Mobility sebesar minus 18,5 persen dan Facebook Mobility sebesar minus 13,3 persen. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 2.636 dari 7.243 orang.

    Digambarkan di wilayah kota Cilegon penurunan mobilitas mencapai minus 15,9 persen, kota Serang sebesar minus 20,0 persen, kota Tangerang sebesar minus 24,7 persen, kota Tangerang Selatan sebesar minus 31,0 persen, Lebak sebesar minus 17,7 persen, Serang sebesar minus 18,2 persen, dan Tangerang sebesar minus 23,5 persen.

    Adapun indeks mobilitas di provinsi Jawa Barat secara keseluruhan pada Ahad mencapai minus 17,8 persen, yang diperoleh dari Google Mobility sebesar minus 19,8 persen dan Facebook Mobility sebesar minus 15,6 persen. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 11.760 dari 21.646 orang.

    Menko Luhut berharap agar jajaran TNI/Polri ataupun pihak yang berwenang dapat melakukan penyekatan mobilitas serta memastikan implementasi PPKM Darurat berjalan dengan baik.

    "Saya ulangi, kurangi mobilitas minimal 30 persen dan ini sudah brief ke semua teman-teman polisi maupun TNI dan para gubernur dan juga para bupati wali kota," tutur Menko Luhut.

    Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Terus, Pemerintah Didesak Akui Gagal Tangani Pandemi

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.