Luhut Prediksi Kasus Covid-19 Akan Terus Naik, Bisa 40 Ribu Lebih

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi) adalah arah kebijakan nasional yang memuat fokus dan sasaran pencegahan korupsi yang digunakan sebagai acuan K/L, Pemda dan stakeholder dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi) adalah arah kebijakan nasional yang memuat fokus dan sasaran pencegahan korupsi yang digunakan sebagai acuan K/L, Pemda dan stakeholder dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus Covid-19 di Indonesia terus menembus rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir. Teranyar, 5 Juli kemarin kasus harian Covid-19 bertambah 29.745.

    Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jumlah kasus Covid-19 akan terus meningkat. "Angka ini bisa akan terus naik, seperti hari kemarin 29 ribu, bisa saja mungkin nanti kita sampai 40 ribu atau lebih," ujar Luhut dalam konferensi pers daring, Selasa, 6 Juli 2021.

    Menurut Luhut, pemerintah sudah siap menghadapi lonjakan kasus. "Semua skenario sudah disiapkan, baik obat-obatan, oksigen dan rumah sakit. Semua sudah dihitung," ujarnya.

    Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat tidak akan serta merta langsung menurunkan jumlah kasus Covid-19.

    "Ini yang perlu dikomunikasikan ke publik. Karena adanya masa inkubasi sebelum PPKM Darurat diberlakukan, maka penurunan kasus baru akan terjadi atau terlihat pada 7 sampai 10 hari mendatang. Sekarang masih akan terus naik dan tentu kita antisipasi," ujar Dante dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Kemenko PMK, Ahad, 4 Juli 2021.

    Pemerintah menargetkan kebijakan PPKM Darurat yang berlaku mulai 3 hingga 20 Juli ini bisa mengurangi kasus Covid-19 harian di bawah 10 ribu per hari. Saat ini kasus harian masih berkisar di angka 20 ribu, bahkan Senin kemarin menembus 29 ribu kasus.

    Baca juga: Telat Tekan Kasus Covid-19, Pemerintah Dinilai Tak Punya Sense of Crisis

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.