Pemerintah yang Megap-megap di Tengah Krisis Oksigen

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan tabung oksigen ke atas truk di tempat pengisian oksigen Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 30 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas memindahkan tabung oksigen ke atas truk di tempat pengisian oksigen Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 30 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi kesehatan Sri Wuryani, warga Kotagede, Yogyakarta drop pada Ahad, 27 Juni 2021. Saturasi oksigen Ibu dua anak ini menurun hingga di bawah 50 persen. Padahal, untuk orang normal saturasi ada di angka sekitar 95 persen.

    Tri Wahyono, anak terakhir Sri, dan sang kakak, Heri Karuniawan, kelimpungan mencari oksigen untuk ibunya. “Oksigen langka. Kami usaha ke sana ke mari,” kata Tri menceritakan ulang kejadian itu Kamis, 1 Juli 2021. Setelah mencari ke sana-sini, Tri akhirnya mendapatkan dua tabung dari salah satu kerabatnya. 

    Kelangkaan oksigen di Kota Pelajar ini akibat meningkatnya pasien Covid-19 di rumah sakit. Keduanya bahkan sempat kelimpungan mencari rumah sakit untuk sang Ibu. Beberapa rumah sakit menolak lantaran IGD penuh.

    Dua hari mencari, kakak beradik ini sebenarnya bisa mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara dr. S. Hardjolukito. Naas, Sri Wuryani menghembuskan nafas terakhir pada Selasa, 29 Juni 2021. Ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut.  

    Krisis oksigen memang terjadi hampir di seluruh rumah sakit di Yogyakarta. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, misalnya, ketar-ketir menangani pasien karena oksigen habis hanya dalam hitungan jam.

    Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Mohammad Komarudin mencari pasokan oksigen hingga Kota Surabaya, Jawa Timur dan Denpasar, Bali.

    Komarudin menyebutkan PT Samator, distributor gas langganan rumah sakitnya hanya mampu memasok sepersepuluh dari kebutuhan oksigen di tengah melonjaknya pasien Covid. Sejak dua pekan terakhir kebutuhan oksigen naik empat kali lipat ketimbang hari biasa.

    Rumah Sakit Umum Pusat atau RSUP dr. Sardjito Yogyakarta juga sempat krisis oksigen pada Sabtu, 3 Juli sampai Ahad, 4 Juli 2021. Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan mengatakan stok mulai menipis sejak Sabtu siang.

    Parahnya, Banu mengatakan stok sentral benar-benar habis pada pukul 20.00 WIB. Rumah sakit sempat menjaga pasokan dengan tabung. Untungnya, Kepolisian Daerah Yogyakarta membantu 100 tabung oksigen pada Ahad, 4 Juli 2021 pukul 00.15 WIB. "Suplai oksigen berjalan lagi," kata Banu.

    Kondisi ini tentu mengancam keselamatan nyawa para pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, ada 63 pasien meninggal dalam rentang waktu tersebut. Banu mengatakan tidak semua meninggal karena kekurangan oksigen. Ia mengatakan pasien yang datang ke rumah sakit memang sudah dalam kondisi buruk.

    Baca selanjutnya: Kelangkaan oksigen terjadi di daerah lain...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.