Minta Publik Tak Beli Oksigen Sendiri, Tim Mitigasi IDI: Ada Prosedur Pakainya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan tabung oksigen ke atas truk di tempat pengisian oksigen Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 30 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas memindahkan tabung oksigen ke atas truk di tempat pengisian oksigen Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 30 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Mitigasi Dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menyarankan masyarakat tak panik dan secara serampangan membeli oksigen secara mandiri.

    Ia mengingatkan penggunaan oksigen untuk orang sakit memiliki prosedur khusus. "Oksigen ini bukan barang yang bisa dipakai sembarangan. Ada prosedur pemakaiannya," kata Adib saat dihubungi Tempo, Senin, 5 Juli 2021.

    Ia mencontohkan dua cara penggunaan tabung oksigen, yakni lewat hidung (nasal kanul) dan lewat sungkup. Pilihan cara mana yang tepat digunakan untuk pasien, hanya bisa ditemukan oleh petugas medis. Metode nasal kanul misalnya, jika menggunakan oksigen di atas 10 liter dapat merusak mukosa hidung.

    "Kalau itu tak dipantau, pemakaian oksigennya tak diawasi oleh medis, itu bisa berakibat tak bagus, atau bahkan fatal jika pemakaiannya tidak sesuai dengan prosedur medisnya," kata Adib.

    Lagi pula, ia mengatakan saat ini pasokan oksigen lebih dibutuhkan di rumah sakit. Pasien Covid-19 yang dibawa ke rumah sakit sudah pasti mengalami gejala sedang hingga berat. Masyarakat yang masih bisa melakukan isolasi mandiri dengan gejala ringan atau tanpa gejala, kata Adib, tak memerlukan tabung oksigen.

    "Tapi tetap isolasi mandiri yang terpantau kondisinya. Kapan dia bisa di rumah, kapan dia harus dibawa ke rumah sakit. Kalau sudah gejala sedang harus dibawa ke rumah sakit sebenarnya. Karena dia membutuhkan monitoring saturasi oksigen," kata Adib.

    Baca juga: Megap-megap Krisis Oksigen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.