Cerita Lobi-lobi PT Harsen Sodorkan Ivermectin ke Kemenhan dan Istana

Obat Ivermectin. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - PT Harsen Laboratories ditengarai melakukan lobi-lobi dengan mendatangi sejumlah petinggi negara untuk menawarkan penggunaan ivermectin untuk obat Covid-19. Ivermectin merupakan obat cacing yang belakangan diklaim ampuh untuk mengobati Covid-19.

Pekan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merazia dan memblokir operasi PT Harsen. BPOM menyatakan ada sejumlah pelanggaran cara pembuatan obat yang baik oleh Harsen. Misalnya, bahan baku yang didatangkan secara ilegal, jalur distribusi tidak resmi, dan pemalsuan tanggal kadaluwarsa.

Lobi-lobi PT Harsen disebut-sebut dimulai pada awal tahun ini. Petinggi perusahaan itu bertandang ke Kementerian Pertahanan. Wakil Presiden PT Harsen Sofia Koswara mengaku bertemu dengan Benyamin Paulus Octavianus, yang disebutnya sebagai anggota staf khusus sekaligus dokter pribadi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan itu, Sofia memberikan sepuluh tabung Ivermax 12, merek obat ivermectin yang diproduksi PT Harsen, kepada Benyamin. Belakangan, kata Sofia, Benyamin meminta lagi 180 botol karena obat itu dianggap manjur untuk penderita Covid-19.

"Saya juga diminta presentasi di hadapan 27 jenderal, pimpinan dari 110 rumah sakit tentara di Indonesia," kata Sofia, dikutip dari Majalah Tempo edisi 3 Juli 2021.

Anggota tim uji klinis ivermectin, Budhi Antariksa, mengaku telah bertemu dengan Prabowo Subianto. Budhi mengatakan bahwa Prabowo berharap ivermectin bisa mencegah petugas kesehatan dan anggota Tentara Nasional Indonesia tertular Covid-19. "Beliau melihat ivermectin bisa untuk pencegahan," kata Budhi.

Budhi mengatakan pertemuan itu difasilitasi oleh Benyamin Paulus, yang juga koleganya sesama dokter paru. Pertemuan dilanjutkan dengan berdiskusi bersama pejabat di Direktorat Kesehatan pada Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan soal penggunaan ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Dua orang di lingkaran Prabowo menyebutkan bahwa Kementerian Pertahanan mendapatkan ribuan tablet Ivermax dari PT Harsen Laboratories. Adapun Benyamin Paulus mengatakan pembahasan ivermectin hanya berlangsung di Direktorat Kesehatan pada Ditjen Kekuatan Pertahanan.

"Pak Menhan hanya menerima sumbangan ivermectin," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini, dikutip dari Majalah Tempo edisi yang sama.

Seorang pejabat dan dua politikus pendukung pemerintah menyebutkan PT Harsen juga merapat ke Kantor Staf Presiden pada akhir Januari lalu. Ketika itu, petinggi Harsen bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Kemudian pada 22 Juni lalu, organisasi Front Line Covid-19 Critical Care Alliance atau FLCCC mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Isinya menganjurkan penggunaan ivermectin untuk mengatasi lonjakan jumlah kasus Covid-19.

Surat itu menyebutkan telah menunjuk Sofia Koswara sebagai Ketua FLCCC Indonesia dan Budhi Antariksa sebagai chief executive officer.

Bagaimana cerita lobi-lobi PT Harsen kepada para Moeldoko? Baca Gonjang-ganjing Obat Cacing di Majalah Tempo edisi 3 Juli 2021.

BUDIARTI UTAMI PUTRI | MAJALAH TEMPO






PKB dan Gerindra Sama-sama Usung Ketum Jadi Capres, Fadli Zon Bicara Elektabilitas

15 jam lalu

PKB dan Gerindra Sama-sama Usung Ketum Jadi Capres, Fadli Zon Bicara Elektabilitas

PKB berkukuh mengusung Cak Imin sebagai capres 2024. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menyebut keputusan ini merupakan mandat dari muktamar.


Fadli Zon Anggap Kedekatan Prabowo dan Jokowi Tak akan Mengerucut pada Duet di Pilpres 2024

17 jam lalu

Fadli Zon Anggap Kedekatan Prabowo dan Jokowi Tak akan Mengerucut pada Duet di Pilpres 2024

Fadli Zon menilai isu duet Prabowo - Jokowi mesti ditinjau fatsun politiknya.


Soal Duet Prabowo - Jokowi di Pilpres 2024, Fadli Zon Singgung Fatsun Politik

17 jam lalu

Soal Duet Prabowo - Jokowi di Pilpres 2024, Fadli Zon Singgung Fatsun Politik

Fadli mengatakan Prabowo tidak perlu menegaskan soal isu duet ini, mengingat para relawanlah yang melontarkan dan mendukung Prabowo-Jokowi.


Hong Kong Tarik Mie Sedaap Korean Spicy Chicken karena Mengandung Pestisida, di Indonesia?

22 jam lalu

Hong Kong Tarik Mie Sedaap Korean Spicy Chicken karena Mengandung Pestisida, di Indonesia?

Pemerintah Hong Kong meminta para penjual Mie Sedaap Korean Spicy Chicken untuk berhenti memasarkan produk itu. Bagaimana keamanannya di Indonesia?


Jokowi Besok Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

2 hari lalu

Jokowi Besok Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, besok.


Cenderamata Prabowo untuk Kapolri Listyo Sigit: Pistol G2 Elite

2 hari lalu

Cenderamata Prabowo untuk Kapolri Listyo Sigit: Pistol G2 Elite

Menhan Prabowo Subianto menyambangi Mabes Polri dan bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia menyerahkan cenderamata berupa pistol.


Komponen Mobil Listrik Masih Impor, Moeldoko Minta BRIN Kembangkan Produk Lokal

2 hari lalu

Komponen Mobil Listrik Masih Impor, Moeldoko Minta BRIN Kembangkan Produk Lokal

Ketua Periklindo Moeldoko mengatakan komponen impor membuat produksi dan harga mobil listrik menjadi mahal. BRIN sedang melakukan riset.


Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

2 hari lalu

Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

Prabowo menilai TNI memang harus menyesuaikan syarat tinggi badan tersebut dengan kondisi daerah masing-masing dan suku yang berlainan.


19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

2 hari lalu

19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan kondisi perekonomian di Indonesia dalam keadaan baik.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

2 hari lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.