Airlangga Kenang Kelompencapir Harmoko yang Jadi Ide Peran Jubir Pemerintah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada Mei 2021 lalu, Dimas mengatakan kondisi kesehatan Harmoko kian menurun lantaran usia yang sepuh. Ketika itu Dimas menyebut sang ayah sudah tak bisa berkomunikasi. TEMPO/Amatul Rayyani

    Pada Mei 2021 lalu, Dimas mengatakan kondisi kesehatan Harmoko kian menurun lantaran usia yang sepuh. Ketika itu Dimas menyebut sang ayah sudah tak bisa berkomunikasi. TEMPO/Amatul Rayyani

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan dukacita atas meninggalnya Harmoko, Menteri Penerangan era Orde Baru dan ketua umum Golkar 1993-1998. Harmoko meninggal pada Ahad, 4 Juli 2021 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

    "Saya menyampaikan duka mendalam dan rasa kehilangan atas wafatnya kader terbaik Golkar dan Indonesia, Bapak Harmoko bin Asmoprawiro," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Juli 2021.

    Airlangga mengatakan Harmoko adalah panutan bagi seluruh kader partai beringin. Dia juga mengenang kiprah Harmoko di balik gerakan Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pirsawan atau Kelompencapir di era Orde Baru.

    Menurut Airlangga, ide itulah yang kini dilakukan di hampir seluruh institusi lewat peran kehumasan dan juru bicara pemerintah. Ide Harmoko kala itu digunakan untuk menyampaikan informasi dan capaian kerja pemerintah kepada rakyat.

    Harmoko, lanjut Airlangga, juga melakukan Safari Ramadan ke daerah dan pedesaan. Dengan latar belakang wartawan, Harmoko disebutnya mampu berinteraksi dengan banyak kalangan.

    "Sehingga pola komunikasi politiknya menjadi cair, sederhana, tidak lagi sekaku masa-masa sebelumnya," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini.

    Airlangga mengatakan Harmoko juga berperan merekrut aktivis menjadi tulang punggung Partai Golkar. Pria kelahiran Nganjuk, 7 Februari 1939 itu menjadi ketua umum Golkar pada 1993-1998.

    "Itu adalah jejak sejarah beliau yang perlu diteladani dan saya pribadi mengapresiasi langkah-langkah itu," ujar Airlangga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.