Sultan HB X Bantah Pasien Meninggal Di RSUP Sardjito Karena Tak Dapat Oksigen

Pasien menjalani perawatan di tenda darurat yang dijadikan ruang IGD RSUP Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu, 30 Juni 2021. Rumah sakit ini telah menerina bantuan 100 oksigen tabung dari Kepolisian Daerah Yogyakarta pada Ahad pukul 00.15 WIB dini hari. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) membantah kabar perihal kematian 63 pasien Covid-19 di RSUP Sardjito sepanjang Sabtu hingga Ahad, 3-4 Juli karena tidak mendapatkan oksigen.

"Tidak benar kalau meninggalnya pasien Covid-19 di RSUP Sardjito itu karena tidak mendapat oksigen. Mereka tetap mendapatkan oksigen," kata Sultan di Yogyakarta, Ahad petang, 4 Juli 2021.

Sultan tak menampik, kebutuhan oksigen Yogya untuk penanganan Covid-19 saat ini sudah sangat jauh dari yang dikalkulasi awal. "Sebelumnya kebutuhan oksigen hanya 17 ton perhari, kami sudah siapkan lebih 20 ton," kata Sultan.

Namun, ujar Sultan, meski alokasi sudah ditambah menjadi 20 ton yang dialokasikan untuk 27 rumah sakit rujukan Covid-19, ternyata stok yang ada habis lebih cepat. Habisnya stok oksigen di Yogya ini seiring melonjaknya kasus dan pasien yang dirawat semakin banyak.

Krisis oksigen, ujar Sultan, mulai dirasakan rumah sakit sejak Sabtu 3 Juli 2021. Yang salah satunya ditandai dengan cepat menipisnya ketersediaan oksigen di RSUP dr Sardjito.

"Saat itu juga kami berkoordinasi dan langsung meminta dikirim tambahan oksigen untuk pengiriman secepatnya," kata dia.

Permintaan tambahan itu awalnya diajukan Pemprov DIY ke distributor oksigen di Jawa Tengah. Ternyata tak disanggupi karena saat itu permintaan dari rumah sakit di Jawa Tengah juga tengah meningkat.

"Kami berebut dengan Jawa Tengah, jadi tidak bisa (mendatangkan pasokan dari Jawa Tengah)," kata Sultan.

Akhirnya Pemprov DIY pun meminta oksigen kepada perusahaan yang sama dikirimkan dari distributornya yang berada di Jakarta dan Jawa Timur. Kali ini disanggupi. Oksigen tambahan yang diminta Yogya saat itu berjumlah masing-masing 2 ton pengiriman pertama dan 12 ton pengiriman kedua.

Namun, pengiriman pasokan yang dijadwalkan tiba pada Ahad jam 01.00 dan 05.00 WIB itu ternyata meleset dari jadwal. Pasokan oksigen untuk Yogya yang pertama baru tiba pukul 05.00 WIB. Bukan pukul 01.00 WIB.

Namun, ujar Sultan, meski pasokan oksigen dari distributor ke Yogya itu molor, tak lantas layanan oksigen ke pasien di RSUP Sardjito saat itu berhenti.

Sebab, saat itu ada dua pihak yang membantu pasokan oksigen sementara untuk RSUP Sardjito, yakni dari Rumah Sakit Akademik UGM dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY sebanyak 100 tabung. "Jadi pasokan oksigen ke pasien sebenarnya masih tetap berjalan saat itu," kata Sultan.

Sultan mengakui oksigen memang krusial bagi penanganan pasien Covid-19. Namun saat itu pasokan oksigen juga tidak putus. Sultan mengatakan, kenaikan kebutuhan oksigen tak hanya dialami Yogya namun seluruh rumah sakit di berbagai wilayah. Pihaknya pun mengaku telah meminta jatah oksigen untuk Yogya ditambah.

Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan sebelumnya menjelaskan.
pasokan oksigen central rumah sakit itu benar-benar habis pada Sabtu, 3 Juli 2021, pukul 20.00 WIB.

Namun saat itu sudah disiapkan oksigen cadangan berupa oksigen tabung. "Tapi saat oksigen tabung itu sudah mulai dikeluarkan, kami khawatir karena perhitungan kami hanya bisa bertahan untuk menyuplai selama 4-6 jam saja," ujar Banu.

Saat oksigen sentral rumah sakit mulai terhenti, datang bantuan oksigen tabung bantuan dari pihak Polda DIY pada Ahad pukul 00.15 WIB sebanyak 100 tabung untuk membantu suplai oksigen berjalan lagi.

Dari data rumah sakit, dihitung sejak Ahad pagi, pasien yang meninggal 33 pasien. Kematian 33 pasien ini, menurut Banu, bisa dikaitkan dengan masalah oksigen sekaligus dipicu faktor klinis kesehatannya yang memang sudah buruk.

"Jadi dari 33 pasien yang meninggal hari Minggu ini kondisinya dipicu klinis, bukan posisi memakai ventilator dari oksigen sentral. Ke 33 pasien ini pun tetap dapat pasokan oksigen tabung," kata dia.

Menurutnya yang murni meninggal dalam posisi dengan masih dibantu ventilator oksigen sentral rumah sakit saat itu ada empat pasien.

Selain itu, 15 dari pasien Covid-19 itu meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan kondisi klinis berat, dengan pasokan oksigen mengalir meski tak maksimal.






Limun Sarsaparilla, Minuman Khas Jogjakarta yang Bisa Jadi Obat Sifilis

1 jam lalu

Limun Sarsaparilla, Minuman Khas Jogjakarta yang Bisa Jadi Obat Sifilis

Limun sarsaparilla merupakan salah satu kuliner Jogjakarta yang banyak diincar oleh wisatawan. Minuman ini juga dikenal dengan saparella, yaitu minuman bersoda yang terbuat dari batan tanaman sarsaparilla dan air berkarbonasi. Tak hanya segar, minuman ini juga dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.


Mengenali Joseph Louis Gay-Lussac, Kimiawan Penemu Sifat Gas

2 hari lalu

Mengenali Joseph Louis Gay-Lussac, Kimiawan Penemu Sifat Gas

Kimiawan Joseph Louis Gay-Lussac mengumumkan eksperimen yang dikenal sebagai hukum Gay-Lussac berkenaan sifat gas


Kaesang dan Erina Akad Nikah di Pendopo Ambarrukmo, Polisi: Tak Ada Pusat Belanja yang Ditutup

3 hari lalu

Kaesang dan Erina Akad Nikah di Pendopo Ambarrukmo, Polisi: Tak Ada Pusat Belanja yang Ditutup

Lokasi akad nikah Kaesang dan Erina terletak di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman yang merupakan salah satu jalan terpadat di Yogyakarta.


Yogyakarta Klasterisasi Kawasan Cagar Budaya, Dibuatkan Festival untuk Wisata Minat Khusus

3 hari lalu

Yogyakarta Klasterisasi Kawasan Cagar Budaya, Dibuatkan Festival untuk Wisata Minat Khusus

Magnet kunjungan wisata ke Kota Yogyakarta, selama ini salah satunya dilatari rasa klangenan terhadap melimpahnya kawasan cagar budayanya.


Terbentuknya Paspampres Bermula dari Evakuasi Soekarno dan Bung Hatta ke Yogyakarta

5 hari lalu

Terbentuknya Paspampres Bermula dari Evakuasi Soekarno dan Bung Hatta ke Yogyakarta

Sudah tahukah Anda sejarah dan asal usul terbantuknya Paspampres, pasukan pengamanan presiden dan wapres?


Ditanya Soal Kado Bagi Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono, Sultan HB X: Undangan Saja Belum Ada

5 hari lalu

Ditanya Soal Kado Bagi Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono, Sultan HB X: Undangan Saja Belum Ada

Sultan HB X mengaku belum tahu kapan undangan pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono itu akan diedarkan resmi kepada tamu undangan.


Sultan HB X Tak Masalah Akad Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono di Pendopo Ambarrukmo, Ini Sejarah Bangunan Itu

5 hari lalu

Sultan HB X Tak Masalah Akad Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono di Pendopo Ambarrukmo, Ini Sejarah Bangunan Itu

Bagaimana sejarah Pendopo Ambarukmo yang dipilih menjadi akad pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono itu?


Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

6 hari lalu

Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

Menengok penghulu di balik Kaesang Pangarep-Erina menikah. Ada 2 juta pernikahan berlangsung tiap tahun maka jumlah penghulu saat ini masih kurang.


Festival FIlm JAFF 17 "Blossom" Menjadi Titik Temu Para Pembuat, Pemain, Dan Penonton Film Indonesia Hingga Asia

7 hari lalu

Festival FIlm JAFF 17 "Blossom" Menjadi Titik Temu Para Pembuat, Pemain, Dan Penonton Film Indonesia Hingga Asia

JAFF selalu menjadi titik temu para pembuat dan pemain film dengan para penontonnya. Selain itu, beragam Special Program JAFF17 juga menjadi ajang belajar dan diskusi yang diikuti oleh mereka yang tertarik dengan berbagai profesi di industri film


Peringati 34 Tahun Sultan HB X Bertahta, Keraton Yogyakarta Ajak Ulas Tradisi Vegetasi Kasultanan

7 hari lalu

Peringati 34 Tahun Sultan HB X Bertahta, Keraton Yogyakarta Ajak Ulas Tradisi Vegetasi Kasultanan

Keraton Yogyakarta mengajak semua lapisan masyarakat ikut serta dalam call for paper bertema tradisi vegetasi kasultanan.