Harmoko Minta Soeharto Mundur Setelah Dua Bulan Angkat Jadi Presiden

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harmoko meninggal dalam usia 82 tahun. Pria kelahiran Patianrowo, Nganjuk, pada 7 Februari 1939 ini juga dikenal sebagai pendiri Persatuan Wartawan Indonesia. Dok TEMPO/Zulkarnain

    Harmoko meninggal dalam usia 82 tahun. Pria kelahiran Patianrowo, Nganjuk, pada 7 Februari 1939 ini juga dikenal sebagai pendiri Persatuan Wartawan Indonesia. Dok TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Penerangan, Harmoko, meninggal pada Ahad malam, 4 Juli 2021 pukul 20.22 WIB, di RSPAD Gatot Subroto.

    Pria yang mengawali karier sebagai wartawan ini turut berkiprah di kancah perpolitikan. Setelah 15 tahun menjadi menteri penerangan, Harmoko berkuasa di legislatif. Pada 1997, ia menjabat sebagai Ketua DPR/MPR.

    Saat itu, Harmoko juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar. Ia berhasil membawa partainya memenangkan Pemilu 1997 dan mencalonkan Soeharto sebagai presiden.

    Pada Maret 1998, Harmoko mengangkat Soeharto sebagai presiden untuk masa jabatannya yang ketujuh. Namun, dua bulan setelah pengangkatan, Harmoko meminta mantan bosnya itu mundur.

    Harmoko mendesak Soeharto mundur menyusul adanya demonstrasi yang berujung pada pendudukan gedung DPR/MPR. Gelombang protes itu terjadi karena rakyat menolak terpilihnya Soeharto sebagai Presiden.

    Harmoko kemudian mengadakan rapat pimpinan fraksi untuk memproses pengunduran diri Soeharto. Hasilnya, 33 anggota fraksi menyetujui pelengseran penguasa Orde Baru tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.