Pasien Meninggal Akibat Oksigen RSUP Sardjito Kritis, Ini Sederet Faktanya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan membangun tenda barak di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Relawan membangun tenda barak di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Rumah Sakit Umum Pusat atau RSUP Sardjito sempat mengalami kekurangan pasokan oksigen sentral pada Sabtu, 3 Juli 2021. Akibatnya, 63 pasien Covid-19 yang meninggal akibat kekurangan oksigen.

    Direktur Utama RSUP, Rukmono Siswishanto, mengatakan pasien yang meninggal adalah akumulasi dari Sabtu, 3 Juli petang, hingga Ahad, 4 Juli 2021 pagi. 

    Berikut sederet fakta inisiden ini:

    1. Berawal dari Lonjakan Pasien Covid-19 di Yogyakarta

    Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan mengatakan sejak Jumat, 2 Juli 2021, banyak pasien Covid-19 yang dirujuk ke rumah sakit.

    "Sejak Jumat setelah Asar itu kami didrop banyak pasien Covid-19 dengan kondisi kesehatan sudah sangat buruk," kata Banu, Ahad, 4 Juli 2021.

    Kasus penambahan Covid di Yogyakarta memang mengkhawatirkan. Beberapa hari terakhir penambahan kasus selalu di atas 1.200. Pada Ahad, 4 Juli 2021, ada penambahan 1.615 kasus.

    2.  Oksigen Habis Sabtu Malam

    RSUP menyebut stok oksigen rumah sakit mulai menipis sejak Sabtu siang. Parahnya, Banu mengatakan stok oksigen sentral benar-benar habis pada pukul 20.00 WIB. Rumah sakit sempat menjaga pasokan dengan tabung. 

    Untungnya, Kepolisian Daerah Yogyakarta membantu 100 tabung oksigen pada Ahad, 4 Juli 2021 pukul 00.15 WIB. "Suplai oksigen berjalan lagi," kata Banu.

    3. RSUP Sempat Surati Menkes

    RSUP sempat menyurati Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, BPBD, Dinas Kesehatan, Persatuan Rumah Sakit, dan Dewan Pengawas.

    Mereka melaporkan bahwa RSUP dr. Sardjito Yogyakarta sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pasokan oksigen dari penyedia maupun tempat lain.

    "Namun sampai saat itu Sabtu jam 15.00 WIB, kami masih mengalami kendala dan pasokan oksigen yang diperkirakan paling cepat sampai pada Ahad, 4 Juli 2021 pukul 12.00 WIB," kata Rukmono.

    4. Pasokan Tiba Ahad Subuh

    Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut pasokan oksigen sudah sampai di rumah sakit tersebut pada Ahad, 4 Juli 2021 pagi.

    "(Pasokan oksigen) dari PT. Samator sampun (sudah) masuk ke RS Sardjito tadi subuh, pukul 05.00 WIB" kata Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana..

    Tri Saktiyana yang juga Satuan Tugas (Satgas) Oksigen untuk penanganan Covid-19 DIY itu mengatakan PT. Samator dari Jawa Barat melalui salah satu deponya di Kendal, Jawa Tengah mengirimkan pasokan oksigen untuk RSUP dr. Sardjito Sabtu petang.

    5. 63 Pasien Meninggal

    Banu mengatakan ada 63 pasien yang meninggal dari Sabtu, 3 Juli 2021 pukul 07.00 WIB hingga Ahad, 4 Juli 2021 di jam yang sama. Namun, ia mengatakan tidak semua meninggal karena kekurangan oksigen.

    Banu mengatakan ada 33 pasien yang meninggal karena diduga kekurangan pasokan oksigen. "Sekaligus dipicu faktor klinis kesehatannya yang memang sudah buruk," kata dia.

    Menurut dia, yang murni meninggal dalam posisi dengan masih dibantu ventilator oksigen central rumah sakit ada empat pasien. Selain itu, 15 dari pasien Covid-19 itu meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sardjito.

    Baca juga: RSUP Sardjito Sebut Kondisi Pasien Sudah Buruk saat Tiba di RS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.