Anggota DPR: Aparat Pemerintah Langgar PPKM Darurat Harus Dihukum Berat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Gunung Kidul Sunaryanta memimpin langsung patroli gabungan pengawasan PPKM Darurat di wilayah ini. (Foto ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunung Kidul)

    Bupati Gunung Kidul Sunaryanta memimpin langsung patroli gabungan pengawasan PPKM Darurat di wilayah ini. (Foto ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunung Kidul)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim meminta polisi tidak pandang bulu dalam menghukum pelanggar kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat.

    Luqman mengatakan siapapun harus dihukum jika kedapatan melanggar aturan ini. Apalagi, kata dia, jika pelakunya aparat pemerintah. "Maka hukumannya layak diperberat," kata Luqman Hakim, Ahad, 4 Juli 2021.

    Ia menuturkan, jika ada aparat tidak dihukum berat, akan tumbuh rasa tidak percaya dari masyarakat kepada penegakan hukum. Ia khawatir, masyarakat malah akan tidak mematuhi PPKM.

    Politikus PKB ini mengatakan pemerintah harus tegas dalam menegakkan aturan dan sanksi, khususnya jika yang melanggar adalah aparat pemerintah.

    "Untuk itu, saya minta Kementerian Dalam Negeri memantau tindakan Wali Kota Depok atas pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan salah satu pejabat lurahnya," ujarnya.

    Luqman mengatakan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah mengeluarkan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Jawa-Bali. Dia menilai agar instruksi itu dijalankan sepenuhnya oleh para kepala daerah, maka yang perlu dilakukan pemerintah pusat adalah melakukan pengawasan ketat di lapangan.

    Baca juga: Bupati Bogor Tutup Wisata Alam Selama PPKM Darurat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.