Kronologi 63 Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Stok Oksigen RSUP Sardjito Kritis

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan tabung oksigen ke atas truk di tempat pengisian oksigen Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 30 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas memindahkan tabung oksigen ke atas truk di tempat pengisian oksigen Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 30 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Habisnya stok oksigen central di RSUP dr Sardjito Yogyakarta berakibat tewasnya 63 pasien Covid-19 dalam kurun waktu tak sampai 12 jam pada Sabtu petang hingga Minggu pagi, 3-4 Juli 2021.

    "Terkait 63 pasien Covid-19 yang meninggal itu kami jelaskan bahwa jumlah tersebut akumulasi dari hari Sabtu pagi hingga Minggu pagi," kata Direktur Utama RSUP dr. Sardjito Yogyakarta Rukmono Siswishanto Minggu siang 4 Juli 2021.

    Dari 63 orang yang meninggal itu, Rukmono merinci pasien yang meninggal pasca oksigen central habis pada Sabtu pukul 20.00 WIB jumlah persisnya 33 pasien.

    Namun dalam kondisi tersebut, kata dia, 33 pasien yang tidak tersuplai oksigen central itu juga tak sepenuhnya tak mendapat oksigen sama sekali.

    "Mereka tetap tersuplai menggunakan suplai oksigen tabung," kata dia. RSUP Sardjito sempat mendapat bantuan dari Polda DIY sejumlah 100 tabung pada Minggu pukul 00.15 WIB.

    Rukmono mengatakan kasus Covid-19 yang memuncak dan banyaknya pasien yang harus dirawat di rumah sakit, termasuk di RSUP Dr Sardjito, memicu terjadinya kekosongan oksigen.

    Untuk antisipasi kelangkaan oksigen itu RSUP Sarjito jauh hari mengaku telah melakukan upaya-upaya antisipasi. Salah satunya sejak tanggal 29 Juni 2021, RSUP Dr Sardjito berkoordinasi dengan suplayer oksigen diantaranya PT.  Samator  dan PT. Surya Gas untuk mendapatkan pasokan oksigen secara rutin dan memenuhi kebutuhan.

    Lalu pada hari Sabtu, 3 Juni 2021 siang, saat oksigen mulai menipis, juga telah dilakukan berbagai koordinasi dan persiapan, termasuk pertemuan lanjutan untuk memastikan kecukupan persediaan oksigen dengan penyedia.

    Hal ini mengingat kebutuhan Oksigen dan jumlah pasien yang makin banyak di RSUP Dr Sardjito berakibat menipisnya persediaan baik untuk oksigen central berupa liquid maupun oksigen tabung. 

    "Dengan situasi menipisnya oksigen itu ditambah dengan masuknya pasien Covid-19 secara bersamaan pada Jumat 2 Juli 2021 maka kebutuhan oksigen makin meningkat sehingga menyebabkan persediaan kian menipis," kata dia.

    Upaya yang dilakukan RSUP dr Sardjito yaitu dengan melakukan pengaturan ulang semua penggunaan oksigen yang dipakai pasien.

    Termasuk mengirimkan surat permohonan dukungan kepada Menkes RI, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Gubernur, BPBD, Dinas Kesehatan, Persi dan Dewan Pengawas yang intinya melaporkan bahwa RSUP dr. Sardjito Yogyakarta sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pasokan oksigen dari penyedia maupun tempat lain.

    "Namun sampai saat itu Sabtu jam 15.00 WIB, kami masih mengalami kendala dan pasokan oksigen yang diperkirakan paling cepat sampai ke pada hari Minggu tanggal 4 Juli 2021 pukul 12.00 WIB," kata Rukmono.

    Selain itu juga dilaporkan bahwa persediaan oksigen sentral di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta akan mengalami penurunan pada hari Sabtu, 3 Juli 2021 mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan kehabisan persediaan oksigen yang diperkirakan pada pukul 18.00 WIB. Namun pada kenyataannya oksigen central habis pada sekitar pukul 20.00 WIB.

    Selanjutnya: Ada bantuan dari Polda....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.