RSUP Sardjito Krisis Stok Oksigen, RS PKU Muhammadiyah Yogya juga Ketar-ketir

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Krisis oksigen di tengah melonjaknya jumlah pasien Covid-19 di Yogyakarta membuat sejumlah rumah sakit rujukan kelimpungan di antaranya RS Sardjito dan RS PKU Muhammadiyah.

    RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta misalnya ketar ketir menangani pasien karena oksigen habis hanya dalam hitungan jam. Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Mohammad Komarudin mencari pasokan oksigen hingga Kota Surabaya, Jawa Timur dan Denpasar, Bali. "Kami harus berburu oksigen ke mana-mana. Pasokannya menipis," kata Komarudin kepada Tempo, Ahad, 4 Juli 2021.

    Komarudin menyebutkan PT Samator, distributor gas langganan rumah sakitnya hanya mampu memasok sepersepuluh dari kebutuhan oksigen di tengah melonjaknya pasien Covid. Sejak dua pekan terakhir kebutuhan oksigen naik empat kali lipat ketimbang hari biasa. Distributor ini membagi oksigen untuk rumah sakit di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

    Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Rukmono Siswishanto mengirim surat kepada Kementerian Kesehatan ihwal kekosongan oksigen tertanggal 3 Juli 2021. Rukmono dalam surat itu menyebutkan terjadi kelangkaan oksigen di tengah melonjaknya pasien Covid.

    Dirut RSUP Dr. Sardjito telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pasokan oksigen dari penyedia, tapi RS tersebut terkendala. Pasokan oksigen diperkirakan paling cepat tiba di RS tersebut pada Ahad, 4 Juli 2021 pukul 12.00.

    RS Sardjito juga menulis persediaan oksigen sentral menurun pada 3 Juli pada pukul 16.00-18.00. "Berisiko pada keselamatan pasien yang dirawat, baik Covid maupun non-Covid," tulis Rukmono.

    RS tersebut telah berupaya untuk menghemat oksigen. Di akhir surat, Rukmono memohon dukungan agar kebutuhan oksigen terpenuhi.

    Oksigen medis kosong di sejumlah agen di Kota Yogyakarta. Satu di antaranya, agen Jaya Abadi di Kelurahan Klitren, Kota Yogyakarta. Pasokan oksigen tidak ada sama sekali sejak Senin, 28 Juni 2021.

    Agen Jaya Abadi memasok oksigen untuk warga dengan membeli dari distributor oksigen, PT Samator. "Mereka bilang oksigen habis untuk menyuplai rumah sakit," kata karyawan Jaya Abadi, Eko Harsono.

    Pasokan oksigen mulai tersendat sejak pekan lalu. Setiap hari puluhan orang mendatangi agen ini untuk mencari oksigen. Eko menjual dua tabung, masing-masing berukuran 1 kubik dengan harga 35.000 rupiah dan ukuran 6 kubik dengan harga 100.000 rupiah.

    Hingga Sabtu, 4 Juli, terjadi penambahan kasus pasien terkonfirmasi Covid sebanyak 1.358. Total pasien Covid-19 sebanyak 63.634 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 1.656 pasien meninggal.

    SHINTA MAHARANI

    Baca: Oksigen di RSUP Sardjito Yogya Menipis, 35 Pasien Covid-19 Dikabarkan Meninggal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.