Pelanggar PPKM Darurat di Surabaya Dibawa ke Pemakaman Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan liang lahat untuk jenazah pasien virus Corona di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2020. Setiap jenazah yang dimakamkan di tempat tersebut akan menggunakan protokol pencegahan penyebaran virus Corona. ANTARA/Zabur Karuru

    Petugas menyiapkan liang lahat untuk jenazah pasien virus Corona di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2020. Setiap jenazah yang dimakamkan di tempat tersebut akan menggunakan protokol pencegahan penyebaran virus Corona. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota  Surabaya bersama tim gabungan dari TNI-Polri bakal menggelar operasi protokol kesehatan, Sabtu malam, 3 Juli 2021. Operasi ini untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 tahun 2021 dan SK Gubernur Jawa Timur tentang PPKM Darurat.

    “Jadi sifatnya kita menindaklanjuti Inmendagri dan keputusan Gubernur Jatim terkait PPKM Darurat, yang mana disitu diperintahkan TNI-Polri dan Pemda untuk bergerak. Maka, hari ini yang kita ikhtiarkan adalah memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangan tertulisnya.

    Menurutnya, jika sampai pukul 20.00 WIB masih ada orang yang duduk-duduk, dengan terpaksa mereka diciduk karena melanggar Immendagri.  “Jadi, kalau nanti ada yang melanggar, akan kita bawa ke makam Keputih untuk melihat berapa banyak orang Surabaya yang sudah meninggal karena kelalaiannya tidak menjalankan protokol kesehatan,” ujar Eri Cahyadi.

    Setelah diperlihatkan pemakaman Covid-19 di TPU Keputih, mereka akan dibawa ke lingkungan pondok sosial dan baru pada keesokan harinya dites swab untuk memastikan apakah dia terpapar virus atau tidak. “Jadi, ayo kita disiplin menjaga prokes ini. Saya nitip betul kepada warga Surabaya,” ujarnya.

    Eri  berharap kepada anak-anak muda Surabaya imunnya kuat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, terutama selama PPKM Darurat. Sebab, tidak ada yang tahu dengan virus ini. “Mungkin mereka (anak-anak muda) itu kuat, tapi kan juga tidak ada yang tahu kalau dia menjadi OTG, hingga akhirnya bisa menularkan kepada orang-orang tercinta, alangkah sedihnya kita kalau sudah seperti itu,” katanya.

    Baca Juga: Toko Sembako dan Proyek Vital Nasional Beroperasi Penuh Selama PPKM Darurat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.