Luhut Bilang Dua Pekan ke Depan adalah Masa Kritis Kenaikan Kasus Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga duduk menjaga jarak saat menunggu vaksinasi COVID-19 untuk usia 12 tahun ke atas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Juli 2021. Pelaksanaan vaksinasi SUGBK berlangsung selama 2 hari, 3-4 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga duduk menjaga jarak saat menunggu vaksinasi COVID-19 untuk usia 12 tahun ke atas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Juli 2021. Pelaksanaan vaksinasi SUGBK berlangsung selama 2 hari, 3-4 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki masa kritis pandemi Covid-19. Rekor penambahan jumlah kasus harian kemarin, ia prediksi belum akan berhenti.

    "Kemarin tertinggi, 25 ribu kasus baru dan yang meninggal 539. Jadi angka ini terus naik. Dan ini 10 hari ke depan, menurut hemat saya mungkin 2 minggu, ini akan juga terus bisa naik," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Sabtu, 3 Juli 2021.

    Kenaikan ini terjadi sejak sepekan terakhir. Hampir setiap harinya, angka penambahan kasus Covid-19 harian terus menembus rekor baru. Jumlah kasus meninggal juga terus di angka yang tinggi. Fasilitas kesehatan di banyak daerah juga dilaporkan banyak yang tak sanggup lagi menampung pasien.

    "Kenapa? Karena masalah inkubasi dari varian ini masih jalan. Jadi ini masa kritis dua pekan ini," kata Luhut.

    Karena itu, di tengah krisis ini tidak boleh ada lagi masalah tambahan di tengah masyarakat seperti harga obat-obatan yang mendadak mahal. Per kemarin, pemerintah akhirnya telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) bagi 11 obat-obatan yang sering digunakan oleh pasien Covid-19.

    "Masalah oksigen aja sudah pusing karena jumlahnya meningkat 6-7 kali, jangan ditambah masalah yang tak perlu, mengambil keuntungan dari keadaan ini. Harga-harga harus dibikin yang wajar," kata Luhut.

    Luhut pun kemudian meminta agar Mabes Polri bisa ikut andil dalam penegakan hukum di lapangan bagi para pelaku yang sengaja mencari keuntungan di tengah situasi ini. Tak hanya bagi pihak yang menaikan harga obat, Luhut juga mewanti-wanti pihak-pihak yang menyebar berita bohong atau hoax.

    "Kami akan tindak dengan jelas. Karena ini masalah kemanusian," kata Luhut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.