Isi Tausiyah MUI tentang Pelaksanaan Ibadah saat PPKM Darurat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia periode 2020-2025, KH Miftachul Akhyar, saat memberi sambutan pertamanya sebagai pimpinan tertinggi MUI dalam Musyawarah Nasional MUI ke-10 di Jakarta, Jumat (27/11/2020). (ANTARA/Arief Mujayatno)

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia periode 2020-2025, KH Miftachul Akhyar, saat memberi sambutan pertamanya sebagai pimpinan tertinggi MUI dalam Musyawarah Nasional MUI ke-10 di Jakarta, Jumat (27/11/2020). (ANTARA/Arief Mujayatno)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftachul Akhyar menyampaikan tausiyah terkait pelaksanaan ibadah, salat Idul Adha, dan penyelenggaraan kurban saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

    Terkait pelaksanaan ibadah, Miftachul mengatakan aktivitas ibadah di masjid, musala, dan tempat ibadah publik yang bersifat kerumunan, seperti pengajian, majlis taklim, tahlil, istighatsah kubra yang berada di kawasan dengan penyebaran Covid-19 tidak terkendali, bisa mengambil rukhshah dengan melaksanakan di rumah.

    “Di daerah yang terkendali, penyelenggaraan ibadah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, sebagai upaya untuk pencegahan potensi terjadinya mata rantai penularan,” kata Miftachul dalam keterangannya, Sabtu, 3 Juli 2021.

    Miftachul meminta masjid dan tempat ibadah tetap menyerukan azan dan dilakukan petugas secara khusus dan rutin, tidak berganti. Untuk salat rawatib bagi jemaah umum dapat dilakukan di rumah masing-masing.

    Pelaksanaan salat Jumat juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat, dan hanya diikuti jemaah warga setempat. Jika penyebaran Covid-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, maka masjid tidak boleh menyelenggarakan salat Jumat. “Umat Islam melakukan salat zuhur di rumah masing-masing,” katanya.

    Terkait pelaksanaan salat Idul Adha, implementasinya diserahkan kepada pemerintah atas dasar upaya mewujudkan maslahat dan mencegah terjadinya mafsadat. 

    Pengurus masjid juga dapat mengoptimalkan masjid dan tempat ibadah sebagai sarana edukasi dan rehabilitasi Covid-19, penyuluhan, serta pertolongan bagi jemaah yang menjadi korban Covid-19. Masjid dan musala juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial keagamaan, seperti pelaksanaan kurban bagi jemaah, amal sosial dan kemanusiaan dengan berpegang pada protokol kesehatan.

    Miftachul Akhyar menyarankan agar umat Islam mendekatkan diri pada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, membaca Qunut Nazilah di setiap salat fardhu, memperbanyak salawat, sedekah, serta senantiasa berdoa agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya, khususnya dari wabah Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.