PT Harsen Sebut Tak Pernah Beri Pernyataan Resmi Penyegelan Pabrik Ivermectin

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivermectin. Kredit: Brazilian Report

    Ivermectin. Kredit: Brazilian Report

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Harsen Laboratories, salah satu produsen Ivermectin menyatakan, tak pernah memberi pernyataan resmi soal pemblokiran pabriknya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    PT Harsen juga menyatakan bahwa Riyo Kristian Utomo, bukan pegawainya. “Riyo Kristian Utomo bukan karyawan PT Harsen Laboratories,” seperti dikutip dari siaran pers PT Harsen, yang diedarkan melalui Image Dynamics.

    Image Dynamics adalah perusahaan yang menyelenggarakan diskusi bertema Kisah Sukses Ivermectin di Berbagai Negara Sebagai Obat Pencegahan dan Terapi Melawan Covid 19. Dalam diskusi itu hadir CEO PT Harsen, Sofia Koswara.

    Sebelumnya, penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 menjadi polemik. Polemik itu mencuat setelah Riyo, yang disebut sebagai Direktur Marketing PT Harsen mengatakan pabrik perusahaanya diblokir oleh BPOM.

    BPOM membenarkan sedang memeriksa perusahaan tersebut. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan memblokir pabrik karena ada sejumlah dugaan pelanggaran. Dia mengatakan tahap pembinaan, perbaikan hingga pemanggilan sudah dilakukan. Namun, dia mengatakan tak ada niat baik dari perusahaan itu.

    Penny mengatakan PT Harsen diduga melanggar aturan dari aspek bahan baku Ivermectin yang tidak melewati jalur resmi, kemasan siap edar tidak sesuai aturan, yaitu obat cacing, dan penetapan kadaluarsa. Dia mengatakan BPOM mensyaratkan masa kadaluarsa 18 bulan, namun tertulis 2 tahun setelah produksi. Selain itu, distribusi obat diduga juga menyalahi aturan. Ivermectin tergolong obat keras yang membutuhkan resep dokter. “Harusnya mereka paham regulasi,” ujar Penny.

    BPOM mengancam akan menjatuhkan sanksi ke PT Harsen jika tak kooperatif dalam penindakan. Sanksinya mulai dari penghentian produksi sampai penabutan izin edar. “Bahkan bisa berlanjut ke sanksi pidana berdasarkan butki-bukti yang sudah didapatkan,” kata Penny.

    Sementara dalam siaran pers Image Dynamics, PT Harsen meminta segala tindakan BPOM dirujuk langsung ke lembaga tersebut. “Kami mohon kepada rekan media untuk melakukan cross-check dan konfirmasi dengan PT Harsen Laboratories mengenai segala hal yang menyangkut PT Harsen Laboratories,” seperti dikutip dari siaran pers tersebut.

    Baca juga: BPOM Ancam Cabut Izin Edar Ivermectin PT Harsen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.