Ini yang Wajib Dipatuhi Khatib dan Jemaah Idul Adha di Luar Wilayah PPKM Darurat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengecekan suhu di Mesjid Cut Meutia, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Mesjid Cut Meutia akan menggelar solat Idul Adha esok hari dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas melakukan pengecekan suhu di Mesjid Cut Meutia, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Mesjid Cut Meutia akan menggelar solat Idul Adha esok hari dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran tentang petunjuk teknis penyelenggaraan malam takbiran, salat Idul Adha, dan pelaksanaan kurban di luar wilayah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

    “Edaran ini diterbitkan sebagai tindaklanjut atas kebijakan pemerintah yang telah menetapkan PPKM Darurat pada 121 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali,” kata Yaqut dalam keterangannya, Jumat, 2 Juli 2021.

    Dalam surat edaran Nomor 16 Tahun 2021 itu disebutkan bahwa salat Idul Adha hanya boleh dilaksanakan di zona kuning dan hijau di luar wilayah PPKM Darurat. Untuk kutbah, khatib wajib memakai masker media dan face shield. Khatib menyampaikan kutbah selama durasi maksimal 15 menit. Khatib juga harus mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

    Bagi jemaah salat Idul Adha, ketentuan yang harus dipenuhi antara lain berusia 18 sampai 59 tahun, dalam kondisi sehat, tidak sedang menjalani isolasi mandiri, serta tidak baru kembali dari perjalanan luar kota. Selain itu juga disarankan tidak dalam kondisi hamil atau menyusui. 

    Kemudian, berasal dari warga setempat, membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah dan mukena. Jemaah juga harus menggunakan masker rangkap sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat penyelenggaraan salat.

    Jemaah wajib menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Menghindari kontak fisik seperti bersalaman, menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah minimal 1 mete, dan tidak berkerumun sebelum dan setelah salat Idul Adha. Aturan itu berlaku di luar daerah PPKM Darurat.

    FRISKI RIANA

    Baca Juga: Toko Sembako dan Proyek Vital Nasional Beroperasi Penuh Selama PPKM Darurat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.