Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil Disebut Bisa Buat Janin Ikut Dapat Antibodi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil melakukan prenatal yoga. Freepik.com/Senivpetro

    Ilustrasi ibu hamil melakukan prenatal yoga. Freepik.com/Senivpetro

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI) menegaskan urgensi vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil di tengah lonjakan kasus yang terjadi saat ini. Selain melindungi ibu hamil, vaksinasi juga diyakini akan dapat membuat janin ikut terlindungi.

    "Secara teori antibodi yang dihasilkan oleh ibu, itu bisa ditransmisikan pada janin lewat plasenta. Sehingga diharapkan vaksin tak hanya memberikan perlindungan pada ibu tapi juga janinnya," kata Sekretaris Jenderal POGI Budi Wiweko dalam diskusi daring, Jumat, 2 Juli 2021.

    Budi mengatakan sejumlah studi di luar negeri telah mengkonfirmasi keamanan pemberian vaksin bagi ibu hamil. Termasuk di antaranya adalah studi terhadap binatang, yang telah membuktikan bahwa vaksin yang berbasis RNA maupun yang non live virus aman digunakan.

    POGI sendiri merekomendasikan paling lambat ibu hamil divaksin 33 minggu usia kehamilan. Hal ini untuk mendorong efek perlindungan bagi bayinya.

    "Rekomendasi lainnya adalah vaksin itu (diberikan) di atas 12 minggu untuk menghindari risiko saat pembentukan organ janinnya. Meski di berbagai studi menyatakan itu aman," kata Budi.

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ibu hamil termasuk ke dalam golongan rentan Covid-19. WHO menggarisbawahi yang paling rentan adalah ibu hamil yang umurnya di atas 35 tahun, yang indeks massa tubuhnya besar, yang memiliki komorbid, diabetes dan hipertensi.

    WHO juga tak merekomendasikan untuk menunda kehamilan atau melakukan terminasi kehamilan sebelum vaksin.

    Di Indonesia, POGI menyatakan pilihan dan rekomendasi vaksin dari POGI adalah Vaksin Sinovac bagi para ibu hamil. Sinovac menjadi pilihan paling logis dibanding AstraZeneca yang efek sampingnya masih membuat masyarakat ragu, ataupun Pfizer yang saat ini belum juga tiba di Indonesia.

    Selain terkait ketersediaan vaksin, Budi mengatakan Sinovac juga dipastikan aman digunakan bagi ibu hamil. Ia mengatakan telah berdiskusi dengan ITAGI maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait hal ini.

    "Di interim guidance-nya WHO disebutkan bahwa Sinovac itu aman, tak ada efek yang membahayakan pada studi binatang yang hamil. Tak ada efek gangguan pertumbuhan janin, dan sebagainya," kata Budi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.