Fraksi PAN Minta Maaf dan Tegur Anggotanya yang Tak Isolasi Usai dari Kyrgyztan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay saat memberikan pernyataan media dalam peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay saat memberikan pernyataan media dalam peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Saleh Daulay meminta maaf kepada masyarakat atas tindakan koleganya, Guspardi Gaus yang tak menjalani karantina sepulang dari Kyrgyztan. Saleh mengatakan ia pun telah menegur Guspardi atas tindakannya itu.

    "Atas nama fraksi saya mengucapkan mohon maaf kepada kejadian yang tadi menimpa Pak Guspardi Gaus. Mudah-mudahan Pak Guspardi tidak akan mengulanginya," kata Saleh kepada wartawan, Kamis, 1 Juli 2021.

    Saleh mengatakan ia awalnya mendapat informasi dari media massa ihwal Guspardi yang tak isolasi setelah kembali dari luar negeri. Politikus PAN itu malah menghadiri rapat Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua di DPR.

    Saleh mengaku langsung menelepon Guspardi untuk meminta keterangan. Menurut dia, Guspardi tak merasa bersalah dan malah mengumumkan hal itu di rapat, lantaran terlalu bersemangat ingin mengikuti pembahasan RUU Otsus Papua tersebut.

    Saleh mengatakan ia dapat memahami semangat koleganya tersebut. Namun di sisi lain, dia mengingatkan adanya aturan pemerintah bahwa pelaku perjalanan dari luar negeri harus menjalani isolasi terlebih dulu.

    "Kami akan mengingatkan keras kepada seluruh anggota agar hal itu tidak terjadi lagi terutama tentu Pak Guspardi dan anggota fraksi PAN lainnya," ujar dia.

    Anggota Komisi Kesehatan DPR ini mengatakan, partainya juga bakal mengevaluasi kejadian ini. Dia berujar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah meminta dirinya memberikan teguran keras kepada Guspardi Gaus.

    Sebelumnya di awal rapat Pansus RUU Otsus Papua hari ini, Guspardi Gaus mengatakan ia baru kembali dari Kyrgyztan. Dia pun mengaku menolak diisolasi di hotel lantaran ingin mengikuti rapat tersebut.

    Anggota Komisi Pemerintahan DPR ini bahkan menyebut petugas Kementerian Kesehatan memperlakukannya dengan tidak baik menyangkut isolasi itu. "Saya cemas juga semalam, mau diinapkan di hotel, dan memang cara-cara yang dilakukan tidak baik oleh Departemen Kesehatan," kata Guspardi di awal rapat.

    Sejumlah anggota Pansus RUU Otsus Papua pun menyentil Guspardi. Di antaranya politikus PDI Perjuangan My Esti Wijayati, politikus Partai Kebangkitan Bangsa Heru Widodo, dan politikus NasDem Robert Rouw.

    "Harusnya kan dia karantina, tapi dia melawan aturan ke sini, ini kami yang di depan ini takut ini, makanya saya keluar terus," kata Robert.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: Pulang dari Kyrgyzstan, Anggota DPR Tolak Karantina di Hotel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.