Jokowi Minta Polri Kuasai Iptek untuk Hadapi Berbagai Ancaman

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Polri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk melawan segala bentuk ancaman terhadap Indonesia.

    Hal tersebut diamanatkan Jokowi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Polri ke-75 tahun.

    "Polri harus berpacu menguasai iptek agar tidak kalah dengan pelaku kejahatan. Penggunaan kewenangan Polri harus juga didukung oleh perkembangan teknologi mutakhir," ujar Jokowi melalui keterangan tertulis pada Kamis, 1 Juli 2021.

    Selain itu, kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi berpesan agar Polri tampil tegas dan tanpa pandang bulu, serta tampil sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

    "Polri harus berwajah ramah dan selalu bersifat melayani masyarakat luas. Polri harus presisi dalam menjalankan wewenangnya, harus akurat dalam membuat keputusan, harus merujuk pada peraturan perundang-undangan, dan harus menjunjung tinggi norma-norma martabat masyarakat," kata Jokowi.

    Selanjutnya, Polri, kata Jokowi, juga diingatkan untuk memperhatikan secara serius pengembangan sumber daya manusia (SDM), sehingga setiap anggotanya dapat menyesuaikan tugas-tugas Polri dan menguasai perkembangan iptek terbaru.

    Pesan lain yang disampaikan Jokowi adalah dalam rangka menghadapi tantangan zaman dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks, Polri agar membenahi dan memperkuat manajemen serta kelembagaannya dengan memanfaatkan iptek untuk mendukung Polri yang modern.

    "Polri harus membenahi secara komprehensif kebijakan perencanaan, kebijakan pengorganisasian, kebijakan penganggaran, serta monitoring dan evaluasi. Dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini untuk mendukung Polri yang modern," ucap Jokowi.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Hari Bhayangkara, Ini Sejarah Kepolisian Republik Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.