Polda Papua Kirim 2 Regu Brimob ke Yalimo untuk Bantu Meredam Kerusuhan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seusai kejadian, Erdi Dabi bersama rekannya menjalani tes kesehatan di RSUD Jayapura untuk mengetahui kadar alkohol di tubuh mereka. Saat ini, Erdi diketahui tengah mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Yalimo dalam Pilkada serentak 2020. Facebook/Erdi Dabi

    Seusai kejadian, Erdi Dabi bersama rekannya menjalani tes kesehatan di RSUD Jayapura untuk mengetahui kadar alkohol di tubuh mereka. Saat ini, Erdi diketahui tengah mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Yalimo dalam Pilkada serentak 2020. Facebook/Erdi Dabi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Papua mengirim dua regu brigade mobil untuk membantu Polres Yalimo mengamankan wilayahnya akibat aksi pembakaran oleh massa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati setempat, Erdi Dabi-Jhon Wilil. "Saat ini anggota brimob sudah digeser ke Elelim, Ibu Kota Kabupaten Yalimo dengan pesawat," kata Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri di Jayapura, Rabu, 30 Juni 2021.

    Menurut Mathius pengiriman pasukan terpaksa lewat udara karena jalan darat belum dapat dilalui karena ada jembatan yang dibakar. Selain itu, massa menebang pohon dan membentangkannya di tengah jalan sehingga menyulitkan untuk mencapai Yalimo.

    Meski situasi kamtibmas di wilayah itu sudah relatif kondusif, personel TNI/Polri masih berjaga-jaga. Kapolda mengakui aksi pembakaran oleh pendukung paslon nomor urut 01 pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo di luar perkiraan.

    Mula-mula, kata dia, masyarakat menonton jalannya sidang putusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah pembacaan amar putusan, massa marah hingga melakukan aksi pembakaran sejumlah gedung fasilitas pemerintahan dan umum. Massa yang kecewa  membakar delapan kantor pemerintahan sebagai reaksi dari diskualifikasi pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil oleh MK, Selasa, 29 Juni 2021.

    Diakui pula ada kesalahan prediksi yang dibuat Polres Yalimo karena aparat keamanan meyakini pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil akan menang di MK sehingga tidak akan ada reaksi berlebihan dari pendukungnya. "Kapolres percaya tidak akan ada masalah sehingga mengembalikan BKO yang ada di Yalimo hingga personel TNI/Polri di kabupaten ini hanya 103 personel, sebanyak 40 personel di antaranya adalah anggota Polres Yalimo," kata Mathius.

    Upaya meredam aksi susulan, polisi sudah berkomunikasi dengan Erdi Dabi serta tokoh masyarakat dan agama di Yalimo. "Mudah-mudahan situasi kamtibmas segera kembali kondusif, " katanya.

    Baca Juga: Tidak Terima Hasil Putusan MK, Massa Bakar Kantor Pemerintah di Yalimo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.