Mensos Risma Ancam Pecat Oknum Pendamping PKH Nakal

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mensos Risma Ancam Pecat Oknum Pendamping PKH Nakal

    Mensos Risma Ancam Pecat Oknum Pendamping PKH Nakal

    INFO NASIONAL- Tak seperti biasanya, belasan warga duduk berjejer rapi di kursi di Pendopo Balai Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, 29 Juni 2021. Kompak memakai masker dan sarung tangan. Mayoritas dari mereka adalah para lanjut usia (lansia), dan sebagian diantaranya penyandang disabilitas.

    Kedatangan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang mengenakan batik motif bunga warna bata, membawa berkah tersendiri bagi keluarga penerima PKH, sebab sebentar lagi ada acara penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). "Bapak Ibu ini sebetulnya menerima PKH sejak lima tahun lalu, tapi karena disalahgunakan oknum pendamping sehingga baru sekarang menerima," ujarnya.

    Didampingi Bupati Kabupaten Malang, Risma menyerahkan langsung 14 KKS kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kartu yang diserahkan merupakan pengganti dari kartu yang diduga disalahgunakan sebelumnya."Semuanya ada 32 kartu, tapi yang tidak diserahkan oknum pendamping ada 14. Nominalnya macam-macam ada yang Rp 3 juta per tahun sejak 2017," kata Risma.

    Wajah ke-14 KPM PKH sumringah dan bisa bernafas lega. Hak yang seharusnya didapat sejak lima tahun lalu, akhirnya diperoleh berkat ketegasan Mensos Risma. "Tolong jangan dikasihkan orang-orang. Niki seng beto panjenengan (Ini yang bawa anda saja). Kalau tidak bisa pakai, ibu bisa minta bantuan ke lurah atau perangkat desa, jangan orang lain," ujar Risma kepada warga penerima KKS.

    Matali adalah salah satu di antara penerima PKH di Desa Kanigoro. Si kakek berbahagia lantaran menerima KKS yang diserahkan langsung oleh Risma. Dia pun bersyukur karena mendapat bantuan sosial dari pemerintah melalui Kementerian Sosial. "Matur nuwun sanget (red-terima kasih banyak) Bu Risma," katanya.

    Saat Risma menerima laporan terkait dugaan penyalahgunaan KKS di Desa Kanigoro, Kabupaten Malang, ia menginstruksikan pejabat Kemensos berkomunikasi dengan kepolisian untuk proses penyelidikan. "Saya terima laporan kemudian menugaskan pejabat untuk komunikasi bersama Bareskrim Polri. Supaya lebih cepat, maka diminta langsung ke Polres Malang dan sudah satu minggu prosesnya," ujar Mensos.

    Jika dugaan itu terbukti, oknum itu akan dipecat sebagai pendamping PKH. Ditambah dia juga harus menjalani hukuman pidana.  "Tuman! jika itu terbukti akan dipecat sebagai pendamping PKH, sekaligus menghadapi hukum pidana," kata Risma.

    Usai ditunjuk sebagai Mensos, Risma getol membersihkan oknum nakal yang bermain-main dengan bantuan sosial menggandeng Kepolisian dan Kejaksaan Agung (Kejagung)."Sebenarnya di daerah lain juga ada, tapi masih dalam proses penyidikan. Polres Malang yang paling cepat," ujarnya.

    Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi menyatakan, proses penyidikan sudah berjalan.  “Kami menunggu hasil audit dari BPKP Provinsi Jawa Timur. Setelah itu keluar akan digelar penetapan tersangka," katanya.

    Dugaan pelaku atas kasus penyalahgunaan KKS di Desa Kanigoro ada satu orang berdasarkan penghitungan sementara Koordinator PKH Kabupaten Malang. “Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah dengan pelaku satu orang di Desa Kanigoro, ” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.