Browsing Tokopedia, Megawati: Kenapa Barangnya Made non-Indonesia

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia ke-5 Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri saat mengikuti Rapat Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar  di Aula Merah Putih, Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 Juni 2021. Megawati menerima gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Presiden Indonesia ke-5 Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri saat mengikuti Rapat Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar di Aula Merah Putih, Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 Juni 2021. Megawati menerima gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengkritik perusahaan e-commerce Tokopedia yang dinilainya kurang menjajakan produk-produk lokal. Menurut Megawati, setiap kali menjelajahi laman Tokopedia lebih banyak menemukan barang-barang buatan asing.

    Hal ini disampaikan Megawati dalam acara webinar "Indonesia Muda Membaca Bung Karno". CEO Tokopedia William Tanuwijaya memang dijadwalkan hadir dalam acara itu, tetapi Megawati menyebut William belum hadir di ruang virtual tersebut.

    "Tapi saya boleh lho buat kritik sedikit. Kalau saya browsing online di Tokopedia, kenapa yang disuguhkan selalu sekarang, sekarang lho, berarti nanti bisa berubah, itu barang-barangnya made non Indonesia," kata Megawati, Selasa, 29 Juni 2021.

    Megawati menilai hal tersebut tak sesuai dengan arahan Presiden Jokowi agar membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dia pun mengajak agar anak-anak muda lebih banyak membantu UMKM.

    "Padahal Pak Jokowi sebagai presiden sudah mengatakan mari kita bantu UMKM. Anak-anakku sekalian, saudara-saudara yang saya hormati, UMKM itu sangat rapuh," kata Megawati.

    Presiden kelima ini mengatakan dirinya termasuk yang membantu UMKM. Menurut Megawati, para pelaku UMKM sangat mencintai seni budaya bangsa, misalnya dengan memproduksi kerajinan, batik, tenun, dan sebagainya.

    "Saya bilang rapuh karena mereka tidak tahu yang namanya bagaimana cara berusaha, itu makanya saya bilang rapuh. Mereka sangat mudah, maaf, untuk ditipu," ujarnya.

    Megawati pun meminta anak-anak muda untuk terus memiliki semangat juang atau fighting spirit untuk bisa membantu rakyat. Ia mengingatkan bahwa rakyat adalah akar rumput dari sebuah bangsa.

    Baca juga: Ajak Warga Taati Prokes, Megawati Cerita 1,5 Tahun Jalani Lockdown di Rumah Saja

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.