Kasus Covid Meledak, IDI Catat Kematian Dokter Meningkat Tajam Pada Juni 2021

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan saat akan melakukan ziarah kubur di area pemakaman khusus Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin, 28 Juni 2021. Pasien Covid-19 yang meninggal di Indonesia menjadi 57.561 orang. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Warga berjalan saat akan melakukan ziarah kubur di area pemakaman khusus Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin, 28 Juni 2021. Pasien Covid-19 yang meninggal di Indonesia menjadi 57.561 orang. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut kenaikan jumlah dokter yang meninggal saat menangani Covid-19, meningkat signifikan dari Mei hingga Juni 2021. Berdasarkan data IDI, ada 7 dokter meninggal pada Mei dan naik menjadi 26 orang pada bulan berikutnya.

    IDI menyebut angka kematian dokter paling tinggi sebenarnya pada Januari 2021, yaitu 65 orang. Namun, kenaikan dari Desember 2020 ke bulan berikutnya tak tinggi. Di Desember 2020, ada 57 dokter meninggal.

    Setelah angka kematian Januari tinggi, grafik mulai menurun. Pada Februari ada 31 dokter meninggal. Kemudian turun lagi menjadi 16 orang pada Maret dan 8 dokter pada April. Di Mei, angkanya kembali turun menjadi 7 orang. 

    "Baru kemudian hingga per 25 Juni kemarin, meningkat tajam lagi, sekitar 26 orang (dokter sudah meninggal)," kata Tim Mitigasi Dokter PB IDI, Mohammad Adib Khumaidi, saat dihubungi Tempo, Senin, 29 Juni 2021.

    Adib mengatakan tingginya kasus kematian ini sejalan dengan overload capacity atau pasien Covid-19 yang membludak. Jumlah kasus di Indonesia memang tengah tinggi-tingginya. Dalam sepekan terakhir saja, rekor penambahan kasus harian terus terjadi, hingga puncaknya menembus angka lebih dari 21 ribu pada 27 Juni 2021.

    Sejumlah daerah di luar DKI Jakarta menjadi klaster besar. Seperti di Kudus, Bangkalan, dan Bandung. Hal itu, kata Adib, membuat resiko paparan pada para dokter menjadi sangat tinggi.

    "Itu satu kondisi yang menggambarkan resiko paparannya memang luar biasa. Sehingga satu sisi ditambah dengan overwork, kelelahan pada teman-teman tenaga medis dan tenaga kesehatan. Ini yang bisa kita dapatkan dari laporan di lapangan," kata Adib.

    Secara keseluruhan, Adib mengatakan data IDI menemukan ada 2.748 dokter yang telah terpapar Covid-19 selama masa pandemi. Meski begitu, ia mengatakan data hingga bulan Mei 2021 itu tidak terkini dan masih sangat mungkin jumlahnya lebih besar. "Itu bukan data riil karena masih ada yang belum melaporkan," kata Adib.

    Baca juga: Cerita Ribuan Dokter Kesulitan Jadi Relawan Covid Gara-gara Birokrasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.