BOR Covid-19 di Yogya Tembus 90 Persen, Pemkot Siapkan RS Darurat Tambahan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di salah satu kampung Wirobrajan, Yogyakarta, pascakasus penularan Covid-19. Satu RT di kampung tak jauh dari Malioboro ini terpaksa di-lockdown sementara. (Dok. Kampung Tangguh Bencana Wirobrajan)

    Suasana di salah satu kampung Wirobrajan, Yogyakarta, pascakasus penularan Covid-19. Satu RT di kampung tak jauh dari Malioboro ini terpaksa di-lockdown sementara. (Dok. Kampung Tangguh Bencana Wirobrajan)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta menyebut Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterpakaian ranjang pelayaan Covid-19 sejumlah rumah sakit di wilayahnya kini nyaris penuh 100 persen.

    “Ya kondisi rumah sakit di Kota Yogya memang sudah mepet ketersediaan tempat tidurnya karena untuk ranjang ICU 97 persen terpakai, isolasi 92 persen, dan IGD 87 persen,” kata Wakil Wali Kota Yogya Heroe Poerwadi Senin 28 Juni 2021.

    Pemkot Yogya pun mengaku, kini sedang mempersiapkan untuk menyiapkan ranjang tambahan lagi di rumah sakit rujukan . “Rumah sakit rujukan Covid di Kota Yogya ada tujuh yang sudah kami minta untuk menambah ranjang Covid-19 lagi,” kata dia.

    Selain itu, saat ini Pemkot Yogya juga menyiapkan shelter dan rumah sakit darurat tambahan. Terutama untuk menampung pasien kategori bergejala ringan dan sedang.

    “Kami secara lisan sudah mendapatkan persetujuan sebuah tempat di Balai Diklat Kementerian di Yogya, secara resmi sedang proses untuk dimanfaatkan,” kata dia.

    Pemerintah Kota Yogya juga sedang menyiapkan peralatan dan tenaga kesehatan yang nanti akan melayani di rumah sakit darurat tambahan itu.

    Sementara ini, pemkot sudah mengajukan ijin ke Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan agar bisa merekrut tenaga kesehatan yang statusnya saat ini masih menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk membantu.

    “Agar memperkuat kesiapan tenaga keseahatan yang melayani pasien,  kami juga sedang koordinasikan dengan sejumlah kampus kedokteran dan perawatan agar bisa membantu penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.

    Heroe menambahkan, untuk penyediaan shelter baru bagi pasien Covid bergejala ringan dan tidak bergejala, saat ini telah mempersiapkan sejumlah balai rukun warga dan rukun kampung agar siap digunakan. Sebab shleter utama pasien tanpa gejala di Bener Tegalrejo hari ini keterisiannya sudah 60 kamar dari total kapasitas 84 kamar.

    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Yuli Kusumastuti mengatakan kasus aktif Covid-19 aktif di DIY yang hingga 27 Juni sudah tembus 8.917 kasus tak urung membuat sejumlah rumah sakit sempat kelimpungan.

    "Banyak rumah sakit menutup IGD-nya sementara waktu akhir pekan lalu karena terjadi penumpukan pasien,” kata dia.

    Dinas Kesehatan DIY merinci rumah sakit yang sempat menutup layanan IGD-nya pada Sabtu-Minggu, 26-27 Juni 2021 karena penuh kapasitasnya ada RS Panti Rapih, PKU Muhammadiyah Bantul, RSUD Panembahan Senopati Bantul, RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo, RSA UGM, dan RSUD Prambanan.

    “Namun penutupan IGD di rumah sakit itu tidak berlangsung lama dan hanya sementara, saat ini sudah beroperasi normal,” kata dia.

    Secara keseluruhan, tingkat BOR di 27 rumah sakit rujukan Covid-19 di Yogya awal pekan ini terpantau 85 persen. "Rata-rata BOR saat ini mendekati 85 persen namun ini tidak stagnan karena tiap rumah sakit terus berupaya menambah ranjang mereka," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.