Wali Kota Malang Larang Isolasi Mandiri di Rumah, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Malang Sutiaji melihat kartun karya para  kartunis Kota Malang. Tempo/Eko Widianto

    Wali Kota Malang Sutiaji melihat kartun karya para kartunis Kota Malang. Tempo/Eko Widianto

    TEMPO.CO, Malang - Wali Kota Malang Sutiaji melarang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah. Setelah ditemukan empat orang meninggal saat isolasi mandiri. "Tidak sarankan isolasi mandiiri harus didampingi tenaga medis," katanya kepada wartawan di Balai Kota, Senin 28 Juni 2021.

    Pasien, katanya, bisa menjalani isolasi di safe house atau rumah aman Jalan Kawi Kota Malang. Awalnya 60 tempat tidur ditambah menjadi 110 tempat tidur untuk pasien dengan gejala ringan hingga sedang. Selain itu, juga bisa menjalani isolasi dengan pengawasan tenaga medis di Rumah Sakit Lapangan Poltekkes Jalan Ijen Malang.

    "Jangan sampai ada lagi yang isoman. Sampai ada hunter covid, menjemput bola," katanya. Awalnya, kata Sutiaji, warga menjalani isoman karena layanan isolasi di sejumlah Rumah Sakit penuh. Selain itu, masyarakat enggan ke Rumah Sakit karena khawatir semakin parah.

    "Sudah terisi separuh, seminggu lagi habis," katanya.

    Dua pekan lalu, katanya, Bed Occupantion Rate (BOR) atau rasio keterisian tempat tidur sebesar 21 persen. Namun, kini telah mencapai 80 persen. Dari total 600 tempat tidur yang tersebar di 11 Rumah Sakit di Malang. "Ternyata lonjakannya luar biasa, tidak terprediksikan," ujarnya.

    Untuk itu, Sutiaji mengusulkan gerakam penanganan pencegahan penularan Covid-19 secara menyeluruh lintas sektor. Agar diterapkan secara nasional dan efektir untuk mencegah ledakan kasus. "Kemarin sudah landai, sekarang terjadi fluktuasi lagi. Karena kurang disiplin dan tidak ada gerakan satu bahasa, masih parsial," katanya.

    Sebanyak tujuh personil (Public Safety Center) 119 Dinas Kesehatan Kota terinfeksi Covid-19. Mereka yang terinfeksi, katanya, merupakan personil yang terdiri dari tenaga kesehatan dan bagian administrasi di kantor. "PSC yang terinfeksi bukan yang langsung melayani pemulasaraan," ujarnya.

    Selain itu, tujuh dari 70 anggota pasukan pengibar bendera Kota Malang terkonfirmasi positif. Kini, latihan pengibaran bendera di Balai Kota dihentikan. Anggota paskibraka yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi.

    EKO WIDIANTO

    Baca: Update Covid-19 per 28 Juni 2021: Tambah 20.694 Kasus, Meninggal 423 Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.