Gempa Yogyakarta, Pasien Covid-19 dan Warga Berhamburan Keluar Rumah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gempa lemah yang dicatat BMKG di Imogiri, Yogyakarta, Senin malam 21 Juni 2021. bmkg.co.id

    Gempa lemah yang dicatat BMKG di Imogiri, Yogyakarta, Senin malam 21 Juni 2021. bmkg.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang masih berada di rumah pada Senin, 28 Juni 2021 sekitar pukul 05.15 WIB dikejutkan gempa berkekuatan 5,3 magnitudo yang membuat panik dan segera berhamburan ke luar rumah.

    Di antaranya seperti di shelter (lokasi penampungan) Universitas Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman. Saat terjadi gempa puluhan pasien Covid-19 panik dan berhamburan sampai teras kamar. Sebagian pasien mengenakan masker dan sebagian lainnya belum sempat memakai.

    Meski demikian sesaat setelah guncangan gempa berakhir, mereka segera kembali ke kamar masing-masing yang berada di bangunan empat lantai tersebut. "Seram. Tapi 'kan enggak boleh turun," kata Ayu, salah seorang penghuni shelter di lantai empat saat dihubungi melalui Whatsapp.

    Gempa tersebut juga membuat warga Sidoagung, Godean, Sleman panik sehingga mereka berlarian ke luar rumah. Salah seorang warga Sidoagung, Purnomo Edi menyebut gempa bumi yang dirasakan amat kencang.

    Saat masih beristirahat, tempat tidurnya terasa bergoyang-goyang sehingga memaksanya segera beranjak. "Jadi aku keluar rumah, warga juga pada keluar rumah," kata Purnomo Edi.

    Sementara itu, Tria, warga Margoluwih, Godean, Sleman menuturkan hal serupa. Menurutnya, guncangan gempa layaknya gempa Yogyakarta Tahun 2006, meski memiliki durasi yang cukup singkat. "Seperti pas gempa 2006 menurutku, tapi Alhamdulillah cuma sebentar," ujar Tria.

    Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 28 Juni 2021 pukul 05:15:29 WIB terjadi gempa berkekuatan 5,3 magnitudo dengan lokasi 8.56 lintang selatan - 110.58 bujur timur namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

    Gempa itu terjadi di laut pada jarak 66 km arah selatan Kota Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada kedalaman 61 km. Guncangan gempa bumi ini, menurut BMKG, dirasakan di daerah Bantul, Gunungkidul, Purworejo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Malang, dan Solo.

    Baca juga: Gempa M 5,3 Guncang Gunung Kidul dan Yogyakarta Usai Subuh


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.