Bobby Nasution Minta Pedagang Tak Layani Pembeli di Atas Pukul 20.00

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi restoran. ANTARA

    Ilustrasi restoran. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaPemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara, meminta pelaku usaha kuliner tidak melayani pemesanan makan dan minum di lokasi setelah pukul 20.00 WIB. Peraturan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

    "Sedangkan layanan pesan antar, masih diizinkan sampai batas jam operasional restoran atau kafe," kata Kepala Bidang Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kota Medan Ardhani Syahputra mengutip Antara, Senin, 28 Juni 2021.

    Ia mengatakan petugas gabungan Pemkot Medan dibantu TNI/Polri akan berpatroli rutin sebagai bentuk pengawasan dan penertiban PPKM mikro terhadap pelaku maupun pengelola usaha kuliner di wilayah setempat

    Patroli menyasar restoran, rumah makan, kafe, warung atau kedai makan/minum. Lalu pedagang angkringan, pedagang makan/minum kaki lima, dan tempat kuliner lainnya di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu.

    "Seperti kuliner di Jalan Gatot Subroto, Jalan Abadi dan Jalan Gagak Hitam. Petugas mengimbau agar pelaku usaha mematuhi surat edaran Wali Kota Medan yang dikeluarkan pekan ini," ujar Ardhani.

    Ia menerangkan, peraturan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan No.440/5352 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Kota Medan.

    "SE Wali Kota (Bobby Nasution) tersebut diterbitkan menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumut No.188.54/25/INST/2021 agar seluruh lapisan masyarakat di Kota Medan tidak melakukan kegiatan demi menghindari penyebaran virus corona," kata Ardhani.

    Baca juga: Bobby Nasution Ingin Tetap Ada Sekolah Tatap Muka di Medan, Ini Alasannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.