Polisi Temukan Pondok Persembunyian Kelompok Teror Mujahidin Indonesia Timur

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berpatroli di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (1/12/2020). Serangan yang terjadi pada Jumat (27/11/2020) itu menewaskan empat warga dan hingga kini aparat TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala terus berupaya melakukan pengejaran untuk menangkap para pelaku. ANTARA FOTO/Rahman

    Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berpatroli di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (1/12/2020). Serangan yang terjadi pada Jumat (27/11/2020) itu menewaskan empat warga dan hingga kini aparat TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala terus berupaya melakukan pengejaran untuk menangkap para pelaku. ANTARA FOTO/Rahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Madago Raya menemukan sebuah pondok di wilayah pegunungan Manggalapi yang diduga milik kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Komisaris Besar Didik Supranoto mengatakan, tim pun bergegas menggeledah setelah menemukan pondok tersebut.

    "Ditemukan beberapa barang bukti yang diduga milik dari kelompok DPO MIT," ujar Didik melalui keterangan tertulis pada Ahad, 27 Juni 2021. Poso.

    Adapun beberapa barang bukti itu adalah empat buah tas ransel berwarna hitam, dua bilah parang panjang, satu buah gergaji kayu, satu buah gergaji besi, satu buah tongkat kayu, satu buah ponsel, tiga buah gunting kain, satu buah HT berwarna hitam, beberapa butir peluru senapan angin.

    Lalu, bahan makanan, minuman, serta alat masak, tujuh buah charger ponsel, dua buah kabel USB, satu buah wadah, satu buah alat avo meter, lima buah hammock, tiga buah alat solar cell, empat buah jerigen, satu buah rompi, tiga buah topi rimba, empat buah topo koplok, tujuh pasang kaos kaki, empat lembar selimut, dan beberapa pakaian.

    "Semua barang bukti sudah diserahkan oleh Satgas Madago Raya ke Satreskrim Polres Poso untuk penyelidikan lebih lanjut," ucap Didik.

    Didik pun mengingatkan masyarakat untuk membantu aparat hukum dengan cara tidak memberikan informasi atau kebutuhan sehari-hari kepada Ali Kalora cs.

    "Bahwa satgas masih terus mengejar kelompok MIT yang diduga bersembunyi di pegunungan Manggalapi. Situasi Kabupaten Poso, Sigi dan Parimo sampai saat ini aman dan kondusif, dan apabila masyarakat mengetahui atau melihat orang-orang yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada aparat terdekat," kata Didik.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Mujahidin Indonesia Timur Mau Menyerah? Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.